Rabu, 03 Februari 2021

Doa Sholat Tahajud (Lengkap) – Bacaan, Arti, dan Tata Cara

 

Doa sholat tahajud berbunyi Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna… serta membaca dzikir-dzikir berikut yang dijelaskan dalam artikel ini.


Sholat tahajud adalah sholat sunnah yang dilakukan pada waktu malam hari. Dalam bahasa arab sholat sunnah tahajud disebut sebagai Sholatun Lail yang memiliki arti sholat malam.


Sholat tahajud sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Sholat sunnah ini dikerjakan pada waktu sepertiga malam sampai sebelum waktu subuh. Kira-kira waktu sepertiga malam itu sekitar jam 01.00-04.00 sebelum masuk waktu subuh.

Waktu pelaksanaan sholat tahajud


Waktu pelaksanaan sholat sunnah tahajud dilakukan setelah bangun tidur di malam hari. Meskipun, ada beberapa ulama berpendapat bahwa melaksanakan sholat tahajud diperbolehkan untuk tidak tidur terlebih dahulu.


Misalnya, pada waktu malam hari kemudian anda belum tidur dan ingin melaksanakan sholat tahajud itu diperbolehkan.


Mengerjakan sholat tahajud sangat dianjurkan secara rutin setiap malam karena Allah akan memberikan pahala yang berlimpah bagi seorang mukmin yang melaksanakan sholat tahajud.


Dalam kondisi sunyi dan tenang di malam hari, melaksanakan sholat malam menjadi lebih khusuk untuk mendekatkan diri dan memohon ampunan kepada Allah.


Perintah sunnah untuk mengerjakan sholat tahajud ditunjukkan oleh firman Allah dalam surat As-sajdah ayat 16-17,

Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya  dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan.” (ayat 16).


Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.”(ayat 17).

Dari penjelasan ayat diatas, diperintahkan kepada orang-orang taat untuk mengurangi tidur mereka, dan bangun disepertiga malam untuk melaksanakan sholat tahajud.


Sholat malam memiliki keutamaan antara lain menjadi sarana berdoa kepada Allah agar diselamatkan dari api neraka dan bershodaqoh atas sebagian hartanya karena Allah.


Dan keutamaan lainya, Allah akan menjanjikan surga bagi seorang hamba yang istiqomah dalam mengerjakan sholat malam.


Bacaan Niat Sholat Tahajud


Sebelum melaksanakan sholat tahajud diwajibkan membaca niat terlebih dahulu.


Dengan membaca niat maka ibadah yang kita kerjakan menjadi sempurna. Niat sholat tahajud dilafadzkan sebagai berikut

Ushallii sunnatan tahajjudi rak’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’alla.”


Yang artinya: “Aku niat shalat sunat tahajud 2 rakaat, menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala”


Membaca niat sholat tahajud dapat dilafadzkan dalam hati maupun dibaca dengan suara pelan dan lirih.


Tata cara sholat tahajud

Dalam mengerjakan sholat tahajud, waktu paling utama dikerjakan di waktu sepertiga malam terakhir dan dilakukan setelah bangun tidur dimalam hari.

Akan tetapi, ada sebagian ulama yang berpendapat bahwa sholat tahajud dapat dilakukan sebelum tidur.

Pada umumnya, tata cara sholat tahajud sama dengan sholat fardu, hal yang membedakan yaitu terletak pada niat sholat tahajud. Penjelasan lengkap mengenai tata cara sholat tahajud 2 rakaat dijabarkan sebagai berikut.


1. Rakaat Pertama.


Membaca Niat Sholat Tahajud


Mengucapkan Takbir (Allahu Akbar)


Membaca Doa Iftitah


Membaca Surat Al-Fatihah


Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an


Ruku’ dan menbaca doa rukuk


I’tidal dan membaca doa i’tidal


Sujud pertama dan membaca doa sujud


Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud


Sujud Kedua dan membaca doa sujud


Berdiri kembali untuk melanjutkan ke rakaat kedua sholat Tahajud


2Rakaat Kedua


Membaca Surat Al Fatihah


Membaca Surat Pendek atau Panjang Al Qur’an


Ruku’ dan menbaca doa rukuk


I’tidal dan membaca doa i’tidal


Sujud pertama dan membaca doa sujud


Duduk diantara 2 Sujud dan membaca doa diantara 2 sujud


Sujud Kedua dan membaca doa sujud


Tahiyat akhir dan membaca doa tahiyat akhir


Gerakan salam


Membaca doa dan dzikir setelah sholat tahajud


Jumlah rakaat sholat tahajud


Jumlah rakaat sholat tahajud sesuai sunah Rasulullah yaitu minimal 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat. Sesuai hadits dari Ibnu Abbas


“Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam biasa mengerjakan Sholat malam sebanyak 13 Rakaat.” (Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).


Selain itu, Hadits yang bersumber dari Ibnu Umar Ra tentang Sholat Malam Rasulullah bersabda:

Sholat Malam atau sholat tahajud itu 2 Rakaat 2 Rakaat. Jika salah seorang dari kalian Khawatir akan masuk waktu Subuh, maka hendak-lah lakukan sholat sunah Witir 1 Rakaat sebagai Penutup yang menjadi sholat yangg sudah dilakukan sebelumnya.” (HR. Bukhari dan Muslim).


Apabila mengerjakan sholat tahajud 12 rakaat setiap 2 rakaat diakhiri dengan salam. Dianjurkan saat sholat malam ditambah dengan 1 sholat witir sebagai penutup agar sholat lebih sempurna.


Bacaan Doa Setelah Sholat Tahajud


Setelah melaksanakan sholat tahajud dengan tata cara yang benar, dianjurkan berdoa dan berdzikir kepada Allah. Sebagaimana diperintahkan oleh Allah dalam surat Al-Ahzab ayat 41-42.


Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya”(ayat 41).


Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang” (ayat 42)


Dari penjelasan ayat diatas, doa dan dzikir disunnahkan untuk dilakukan dengan tujuan memohon ampun dan meminta petunjuk kepada Allah SWT.


Berikut adalah bacaan doa setelah sholat tahajud yang dapat diamalkan:


اَللّٰهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ مَالِكُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ نُوْرُ السَّمَوَاتِ وَاْلاَرْضِ وَمَنْ فِيْهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ اَنْتَ الْحَقُّ وَوَعْدُكَ الْحَقُّ وَلِقَاءُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُ حَقٌّ وَالنَّبِيُّوْنَ حَقٌّ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ وَالسَّاعَةُ حَقٌّ


اَللّٰهُمَّ لَكَ اَسْلَمْتُ وَبِكَ اَمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَاِلَيْكَ اَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَاِلَيْكَ حَاكَمْتُ فَاغْفِرْلِيْ مَاقَدَّمْتُ وَمَا اَخَّرْتُ وَمَا اَسْرَرْتُ وَمَا اَعْلَنْتُ وَمَا اَنْتَ اَعْلَمُ بِهِ مِنِّيْ، اَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَاَنْتَ الْمُؤَخِّرُ لاَاِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ


Baca juga:  Pengertian Qada dan Qadar beserta Perbedaan dan Contoh (LENGKAP)



Allaahumma lakal hamdu anta qayyumus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna. wa lakal hamdu anta malikus samaa waati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal hamdu anta nuurus samaawaati wal ardhi wa man fiihinna, wa lakal antal haqqu, wa wa’dukal haqqu, wa liqaa’uka haqqu, wa qaulukal haqqun, wal jannatu haqquw wannaaru haqquw wan-nabiyyuuna haqquw wa Muhammadun shallallahu ‘alaihi wa sallama haqquw wassaa’atu haqq.”


Allaahumma laka aslamtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu wa ilaika haakamtu faghfirlii maa qoddamtu wa maa akhkhartu wa maa asrartu wa maa a’lantu wa maa anta a’lamu bihiminnii. antal muqoddimu wa antal mu’akhkhiru laa ilaaha anta. wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.”


Arti bacaan


Ya Allah bagi-Mu-lah segala puji, Engkaulah yang mengurus langit dan bumi serta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Raja langit dan bumi beserta semua makhluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau cahaya langit dan bumi beserta semua makluk yang ada pada keduanya. Dan bagi-Mu segala puji, Engkau Maha benar, janji-Mu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, ucapan-Mu adalah benar, surga adalah benar, neraka adalah benar, para nabi adalah benar dan Nabi Muhammad Saw adalah benar serta hari kiamat adalah benar.”

“Ya Allah hanya kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, hanya kepada-Mu aku kembali (bertaubat), kepada-Mu aku mengadu, dan kepada-Mu aku meminta keputusan, maka ampunilah dosa-dosaku yang telah lalu dan yang kemudian serta apa yang kusembunyikan dan yang kulakukan dengan terang-terangan dan apa yang lebih Engkau ketahui dariku, Engkau yang mendahulukan dan yang mengakhirkan, tiada Tuhan selain Engkau, dan tiada daya (unutk menghindar dari kemaksiatan) dan tiada kekuatan (untuk melakukan ibadah) kecuali dengan pertolongan Allah.”


Bacaan Doa dan Dzikir Sesudah Sholat


Adapun doa dan dzikir setelah sholat tahajud berikut yang dapat diamalkan setiap malam:


Membaca Doa atau Dzikir Istighfar


Membaca Doa atau Dzikir Tasbih (Subhanallah)


Membaca Doa atau Dzikir Tahmid ( Alhamdulillah)


Membaca Doa atau Dzikir Takbir (Allahu Akbar)


Membaca Doa atau Dzikir Laa ilaaha illallah


Membaca Doa atau Dzikir Sholawat Nabi Muhammad


Membaca Surat Al Ikhlas, Surat Al Falaq dan Surat An Nas


Ditutup sebagai Doa akhir adalah membaca Surat Al Fatihah


Demikianlah, Penjelasan lengkap mengenai doa sholat tahajud dan tata caranya. Semoga Bermanfaat!





Senin, 23 Juli 2018

Cara Memanfaatkan Google Bisnisku

Cara Memanfaatkan Google Bisnisku

Di zaman yang serba canggih ini, seharusnya perasaan bingung sudah tidak menghinggapi benak Anda. Teknologi yang seiringnya waktu semakin berkembang. Salah satu yang menandakan perkembangan teknologi ini ialah dengan adanya internet. Internet yang saat ini sangat mudah dijangkau membuat setiap orang kecanduan dengan dunia internet ini. Dan bahkan orang-orang pun sering menggunakan internet ini untuk membeli sebuah produk atau memesan jasa yang ditawarkan oleh pebisnis online.
Bisnis online saat ini sangatlah banyak digandrungi oleh para pebisnis. Karena menjamurnya internet masa kini dikalangan berbagai umur, pastinya keuntungan yang besar dapat diraih dengan memanfaatkan internet ini sebagai ladang penghasilan yang salah satunya dengan bisnis online.
Namun, bisnis online juga bisa saja tidak berhasil karena bisnisnya tidak mudah ditemukan oleh para pengunjung internet (pelanggan). Bagi Anda yang ingin memasuki bisnis online ini namun takut jika bisnis yang Anda bangun akan bangkrut karena minimnya pemasukan dikarenakan pelanggan yang menemukan website Anda dapat dihitung sedikit. Yang disebabkan karena bisnis Anda yang sulit untuk ditemukan oleh para pelanggan.
Jadi, solusinya agar bisnis Anda mudah ditemukan oleh para pelanggan ialah dengan memanfaatkan google bisnisku. Mungkin sekarang ini, orang-orang sudah mengetahui tentang google bisnisku ini. Namun, ada juga segelintir orang yang masih asing dengan google bisnisku ini.
Jadi, apa itu google bisnisku itu?
Google Bisnisku merupakan fasilitas gratis yang disediakan oleh Google guna memudahkan bisnis dan organisasi Anda untuk mengelola kehadirannya di online, termasuk juga di Penelusuran dan Maps. Anda dapat membantu pelanggan menemukan Anda dan menceritakan kisah bisnis Anda kepada mereka dengan memverifikasi dan mengedit informasi bisnis.
Lalu, apakah cara memanfaatkan google bisnisku untuk bisnis yang dibangun?
  1. Mengelola informasi
Untuk pengguna Google yang menelusuri bisnis Anda atau produk dan layanan yang Anda tawarkan, maka Anda harus memberikan informasi mengenai bisnis Anda. Bisnis yang memverifikasi informasinya dengan Google Bisnisku berpeluang dua kali lebih besar untuk dianggap memiliki reputasi yang baik oleh pelanggan. Pastikan mereka memiliki akses ke informasi seperti jam operasional, situs web, dan alamat bisnis Anda, ketika pengguna internet menemukan bisnis Anda di Google Maps dan Penelusuran,
  1. Berinteraksi dengan pelanggan
Baca dan tanggapi ulasan dari pelanggan, dan kirimkan foto yang menunjukkan bisnis Anda. Bisnis yang melakukan penambahan foto pada direktorinya tentunya akan menerima permintaan petunjuk arah di Google Maps sebesar 42% lebih banyak, dan menerima klik di situs web sebesar 35% lebih banyak, dibandingkan dengan bisnis yang tidak menambahkan foto pada direktorinya.
  1. Memahami dan memperluas keberadaan Anda
Pahami wawasan tentang cara pelanggan menelusuri bisnis Anda dan dari mana mereka berasal. Anda pun juga bisa memantau informasi mengenai bisnis Anda seperti dengan jumlah orang yang langsung menelepon bisnis Anda dari nomor telepon yang akan ditampilkan pada hasil penelusuran lokal di Penelusuran dan Maps. Setelah siap, Anda dapat dengan mudah membuat dan melacak performa kampanye AdWords Express untuk mempromosikan bisnis.
  1. Gunakan Perangkat Seluler
Gunakanlah perangkat seluler agar dapat selalu mengikuti perkembangan keberadaaan online Anda, di mana saja Anda berada. Dengan mengunduh aplikasi seluler Google Bisnisku untuk mengakses akun dan memperbarui informasi bisnis Anda di mana saja.
Nah, itulah manfaat Google Bisnisku. Jadi, sebenarnya Google Bisnisku ini bisa dikatakan sangat penting untuk menaikkan reputasi sebuah blog atau website, bahkan bukan cuma situsnya namun juga bisnis dari pemilik situs tersebut.
Otomatis dengan adanya informasi yang lebih lengkap mengenai bisnis yang dijalankan oleh Blog atau website tersebut, maka orang akan lebih mudah tertarik dan yakin untuk setidaknya mengunjungi situs Anda.
Dari sini juga bisa terlihat kalau Google Bisnisku memiliki peluang besar untuk menaikkan trafik pengunjung ke situs Anda.
Google bisnisku tidak hanya untuk mengelola bisnis online, namun google bisnisku ini bisa digunakan oleh bisnis konvesional. Karena google bisnisku juga menyediakan untuk situs web bagi bisnis yang didaftarkan. Dengan memanfaatkan Google Bisnisku, bisnis Anda akan memberikan keuntungan yang Anda inginkan atau bahkan melebihi ekspetasi Anda. Sampai di sini dahulu cara memanfaatkan Google Bisnisku. Semoga bermanfaat.

Rabu, 06 Juni 2018

4 Keutamaan Surat Al Mulk yang Luar Biasa


4 Keutamaan Surat Al Mulk yang Luar Biasa


Alqur’an adalah petunjuk bagi umat manusia terutama umat islam. Membaca Alqur’an setiap hari dianjurkan bagi mereka yang ingin mendapat manfaat dari membaca Alqur’an setiap hari. Banyak keutamaan-keutamaan yang bisa diperoleh dari membaca Al Qur’an dan mengamalkannya. Umat islam yang konsisten dan istiqomah dalam membaca dan mengamalkan Al Qur’an memiliki kemulian tersediri di hadapan Allah SWT bahkan Allah memberikan jaminan surga kepada mereka. Membaca Al Qur’an dapat menghindarkan seseorang dari hal-hal yang dapat menghapus amal dan dari dosa-dosa yang tidak terampuni serta menghilangkan penyebab hati gelisah. Keajaiban Alqur’an di dunia nyata pun kini sudah banyak dikenal dan membuat umat islam semakin mengimaninya termasuk para mualaf.

Salah satu surat yang ada alam Al Qur’an adalah Al Mulk. Surat Al Mulk termasuk surat Makiyah (baca ciri-ciri ayat Makiyah dan ciri-ciri ayat madaniyah) yang terdiri dari 30 ayat. Dalam surat Mulk terkandung makna yang dalam tentang kekuasaan Allah dalam penciptaan dunia. Surat Al Mulk dianjurkan untuk dibaca setiap hari khususnya sebelum tidur sebagaimana yang disebutkan dalam hadist berikut :

Telah menceritakan kepada kami Huraim bin Mis’ar At Tirmidzi telah menceritakan kepada kami Al Fadhl bin Iyadh dari Laits dari Abu Az Zubair dari Jabir bahwa, “Tidaklah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tidur hingga beliau membaca Alif laam miim tanzil (surat As Sajdah) dan Tabarokalladzi bi yadihil mulk (Surat Al Mulk) ( HR At Tirmidzi)

Banyak keutamaan surat al mulk yang dapat diambil dari kebiasaan membaca Surat Tabarok (Al-Mulk)  yang merupakan awal Juz 29. Berikut beberapa keutamaan yang bisa kita peroleh dengan membaca surat AL Mulk :

1. Diampuni dosanya

ـ(1) عن أبي هريرة، عن النبي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قال: سورة من القرأن، ثلاثون اية؛ تَشْفَعُ لصاحبها حتى يُغْفَرَ له: تبارك الذي بيده الملك. (رواه أبو داود واللفظ له, والترمذي وغيرهما، وصححه ابن حبان والحاكم والذهبي، وحسنه الترمذي والألباني)ـ

Dari Abu Huroiroh, Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:

“Ada surat dari Alqur’an yang terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat memberikan syafa’at bagi ‘temannya’ (yakni orang yang banyak membacanya) sehingga orang tersebut diampuni dosanya, yaitu: Surat Tabarokalladi bi yadihil mulk“. (HR. Abu Dawud dg redaksinya, diriwayatkan pula oleh at-Tirmidzi dan yang lainnya. Hadits tersebut shohih dan telah di-shohih-kan oleh Ibnu Hibban, al-Hakim, dan adz-Dzahabi, sedangkan at-Tirmidzy dan Albani menghasankannya)

ـ(2) عن أنس بن مالك قال، قال رسول الله صلى الله عليه و سلم: سورة من القرآن، ما هي إلا ثلاثون آية، خاصمت عن صاحبها حتى أدخلته الجنة، و هي تبارك. (رواه الطبراني في المعجم الأوسط وحسنه الألباني في صحيح الجامع)ـ

Anas bin Malik mengatakan, Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam bersabda:

“Ada surat dari Alqur’an, ia hanya terdiri dari 30 ayat, Surat tersebut dapat membela ‘temannya’ sehingga memasukkannya ke surga, yaitu: Surat Tabarok“. (HR. Thobaroni dalam Mu’jamul Ausath, dan dihasankan oleh Albani dalam Shohihul Jami’)

ـ(3) عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: من قرأ تبارك الذي بيده الملك كل ليلة، منعه الله عز وجل بها من عذاب القبر، وكنا في عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم نسميها “المانعة”، وإنها في كتاب الله عز وجل سورة، من قرأ بها في ليلة فقد أكثر وأطاب. (رواه النسائي واللفظ له والحاكم وقال صحيح الإسناد وحسنه الألباني)ـ

2. Dihindarkan dari siksa kubur dan siksa neraka

Keutamaan kedua yang dapat diperoleh dari membaca surat Al Mulk adalah dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka yang pedih. Dari Abdulloh bin Mas’ud mengatakan:

“Barangsiapa membaca surat Tabarokalladi bi yadihil mulk setiap malam, maka Alloh azza wajall menghindarkannya dari adzab kubur, dan dahulu kami (para sahabat) di saat Rosululloh-shollallohu alaihi wasallam- (masih hidup) menamainya “al-Mani’ah” (penghindar/penghalang). Sungguh surat tersebut ada dalam Kitabulloh, barangsiapa membacanya dalam suatu malam, maka ia telah banyak berbuat kebaikan” (HR. Nasa’i dengan redaksinya, diriwayatkan pula oleh al-Hakim dan ia mengatakan: sanadnya shohih, dan dihasankan oleh Albani)

Melihat keterangan hadits-tersebut kita dapat mengambil kesimpulan bahwa memperbanyak membaca Surat Al mulk dapat menghindarkan seseorang dari siksa kubur dan siksa neraka.

3. Menjauhkan diri dari maksiyat

Dalam surat Al Mulk disebutkan bahwa orang yang taat pada Allah adalah orang yang tetap taap meskipun tidak ada yang melihat sebagaimana dalam firman Allah SWT berikut Ini

“Mereka itu takut pada Allah di kesunyian ketika mereka tidak nampak di hadapan manusia lainnya. Mereka pun taat pada Allah dalam keadaan sembunyi-sembunyi. Tentu saja dalam keadaan terang-terangan, mereka pun lebih taat lagi pada Allah” ( QS Al Mulk : 12 )

Pada intinya orang yang berima itu taat pada Allah meskipun di kesunyian dan takut berbuat maksiyat kepada Allah. Sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh As Sa’di

“Mereka takut pada Allah dalam setiap keadaan sampai-sampai pada keadaan yang tidak ada yang mengetahui amalan mereka kecuali Allah. Mereka tidak melakukan maksiat dalam kesunyian. Mereka pun tidak mengurangi ketaatan mereka ketika itu.”



4. Menjadikan kita sebagai orang yang bertawakkal

Dalam surat Al Mulk ayat 15 di Allah juga menunjukkan disyariatkannya tentang perintah berjalan di muka bumi untuk mencari rizki dengan berdagang, bertani, dsb. Ini menunjukkan bahwa tawakkal bukan berarti hanya berserah diri pada Allah melainkan juga bekerja dan berusaha (baca manfaat tawakal )

Allah Ta’ala selanjutnya berfirman,

هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الْأَرْضَ ذَلُولًا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ

“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezki-Nya.” (QS. Al Mulk: 15).

Sebagaimana dijelaskan oleh Sahl At Tusturi, ”Barangsiapa mencela usaha (meninggalkan sebab) maka dia telah mencela sunnatullah (ketentuan yang Allah tetapkan). Barangsiapa mencela tawakkal (tidak mau bersandar pada Allah) maka dia telah meninggalkan keimanan. Tawakal juga membuat kita kuat dalam menghadapi musibah yang diberikan oleh Allah SWT.

Keutamaan Surat Al mulk (baca juga keutamaan surat Al Waqi’ah) tersebut bisa diperoleh jika tekun dan rutin setiap hari terutama di waktu malam menjelang tidur. Keutamaan ini tidak hanya berlaku untuk yang menghafalnya akan tetapi juga yang membacanya.

Membaca Surat Almulk ini bisa dilakukan kapan saja, akan tetapi Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- terbiasa membaca surat Al Mulk saat menjelang tidur malam. Membaca Al Mulk dan berzikir sebelum tidur sangat dianjurkan karena baik keutamaan Al Mulk maupun keutamaan berdzikir adalah sangat besar.

Keutamaan surat Al Mulk ini bisa diperoleh jika seseorang rajin tidak hanya membacanya setiap malamnya tetapi juga mengamalkan hukum-hukum yang terkandung di dalamnya, mengimani berbagai berita yang disampaikan di dalamnya. Hendaknya orangtua mengetahui cara mendidik anak dalam islam dan cara meningkatkan akhlak terpuji dari sang anak. Menyuruh mereka untuk membaca Al Qur’an setiap hari dan membiasakannya adalah kewajiban orang tua. Dengan mengajarkan anak membaca Al qur’an Orangtua juga menjelaskan fungsi agama kepada anak. Awali membaca Alqur’an dengan basmalah karena basmalah memiliki fadhilah yang luar biasa dan akhiri dengan bacaan hamdalah

Categories:Al-quran

Tags: al-mulkal-quranislamkeutamaansurat

Minggu, 03 Juni 2018

Doa-doa dalam Al-Quran

Doa-doa dalam Al-Quran

Di dalam Al-Quran yang mulia ada puluhan doa dari para nabi dan orang-orang saleh yang Allah ‘azza wa jalla kisahkan, dan kita bisa berdoa dengannya, kita bisa menjadikannya sebagai qunût kita dalam shalat pada saat berdiri di raka‘at kedua sebelum ruku‘, atau berdoa dengannya setelah shalat atau kapan saja kita mau.

1. Agar Diberi Pasangan dan Keturunan yang Baik
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْ لَنَا مِنَ الْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا

Rabbanâ hab lanâ min azwâjinâ wa dzurriyyâtinâ qurrata a‘yun, waj‘al lanâ minal muttaqîna imâmâ.
Yâ Rabbanâ berikanlah kepada kami dari pasangan-pasangan kami dan keturunan kami penyejuk mata dan jadikanlah untuk kami imam dari kalangan orang-orang yang ber-taqwâ.

Catatan
Al-Furqân 25/74. Dalam rasm ‘utsmâni tertulis: وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا yang artinya dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang ber-taqwâ. Itu doa yang layak bagi para khalîfah Nabi saw yang dua belas, tetapi bagi kita bukan itu yang diminta, melainkan segera ditampakkan imam yang ke-12 yang sekarang sedang dighaibkan-Nya. Atau kalau kita tidak mau menggantinya juga tidaklah mengapa dengan niat minta jadi pemimpin yang baik bagi orang yang baik. Wallâhu a‘lamu bish shawâb.

2. Minta Kesabaran, Keteguhan dan Kemenangan
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
    
Rabbanâ afrigh ‘alainâ shabran wa tsabbit aqdâmanâ, wanshurnâ ‘alal qaumil kâfirîn.
Yâ Rabbanâ curahkanlah atas kami kesabaran dan tetapkan kaki-kaki kami dan tolonglah kami atas kaum yang kâfir. 
Juga minta kesabaran dan wafat dalam keadaan berserah diri kepada Allah ‘azza wa jalla.

رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
Rabbanâ afrigh ‘alainâ shabran wa tawaffanâ muslimîn.
Yâ Rabbanâ curahkanlah atas kami kesabaran dan wafatkan kami dalam keadaan berserah diri.

3. Minta Kebaikan di Dunia dan Akhirat
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Rabbanâ ãtinâ fid dun-yâ hasanatan wa fil ãkhirati hasanatan wa qinâ ‘adzâban nâr.
Yâ Rabbanâ berikanlah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan jagalah kami dari api neraka. 

4. Minta Teguh Hati, Rahmat dan Ampunan
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ. رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَ رَيْبَ فِيْهِ, إِنَّ اللهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Rabbanâ lâ tuzigh qulûbanâ ba‘da idz hadaitanâ wa hab lanâ min ladunka rahmatan innaka antal wahhâb. Ra-bbanâ innaka jâmi‘un nâsi liyaumin lâ raiba fîh, innallâha lâ yukhliful mî‘âd.
Yâ Rabbanâ janganlah Engkau gelincirkan hati-hati kami setelah Engkau tunjuki kami, dan berilah kami rahmat dari sisi-Mu, sesungguhnya Engkau maha pemberi. Yâ Rabbanâ sesungguhnya Engkau akan mengumpulkan manusia pada suatu hari yang tidak ada keraguan padanya, sesungguhnya Engkau tidak mengingkari janji. 

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
Rabbanâ ãtinâ min ladunka rahmatan wa hayyi` lanâ min amrinâ rasyadâ.
Yâ Rabbanâ berilah kami rahmat dari sisi-Mu dan sempurna kanlah bagi kami petunjuk yang lurus dari urusan kami. 

رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرِ لَنَا وَارْحَمْنَا وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Rabbanâ ãmannâ faghfir lanâ warhamnâ wa anta khairur râhimîn.
Yâ Rabbanâ, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan sayangilah kami dan Engkau Sebaik-baik yang menyayangi. 

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الْخَاسِرِِيْنَ
Rabbanâ zhalamnâ anfusanâ wa in lam taghfir lanâ wa tarhamnâ lanakûnanna minal khâsirîn.
Yâ Rabbanâ kami telah menganiaya diri-diri kami, dan apabila Engkau tidak mengampuni kami serta menyayangi kami, niscaya kami menjadi di antara orang-orang yang merugi. 

رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَ أَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ
Rabbighfir warham wa anta khairur râhimîn.
Yâ Rabbi ampunilah dan kasihilah dan Engkaulah sebaik-baik yang mengasihi. 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَ لاَخِي وَأَدْخِلْنَا فِي رَحْمَتِكَ, وَ أَنْتَ أَرْحَمُ الرَّاحِمِيْنَ
Rabbighfir lî wa liakhî wa adkhilnâ fî rahmatik, wa anta arhamur râhimîn.
Yâ Rabbi ampunilah aku dan saudaraku dan masukkan kami ke dalam kasih-Mu, dan Engkau sebaik-baik yang mengasihi.

5. Minta Ampun, Kesucian Hati dan Pertolongan
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِاْلإِيْمَانِ, وَ لاَ تَجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِلَّذِيْنَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ

Rabbanaghfir lanâ wa li ikhwâninal ladzîna sabaqûna bil îmân, wa lâ taj‘al fî qulûbinâ ghillan lilladzîna ãmanû, rabbanâ innaka ra`ûfun rahîm.
Yâ Rabbanâ ampunilah kami dan orang-orang yang telah mendahului kami dengan îmân, dan janganlah Engkau jadikan kebencian di dalam hati-hati kami kepada orang-orang yang telah beriman, Yâ Rabbanâ, sesungguhnya Engkau maha pengasih lagi maha penyayang. 

رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِيْنَا أَوْ أَخْطَأْنَا, رَبَّنَا وَ لاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِنَا, رَبَّنَا وَ لاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ, وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا, أَنْتَ مَوْلاَنَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِيْنَ
Rabbanâ lâ tu`âkhidznâ in nasînâ au akhth`nâ, rabbanâ walâ tahmil ‘alainâ ishran kamâ hamaltahu ‘alal ladzî min qablinâ, rabbanâ walâ tuhammilnâ mâ lâ thâqata lanâ bih, wa‘fu ‘annâ, waghfir lanâ, warhamnâ, anta maulânâ fanshurnâ ‘alal qaumil kâfirîn.
Yâ Rabbanâ janganlah Engkau siksa kami jika kami lupa atau kami bersalah, Yâ Rabbanâ janganlah Engkau pikulkan kepada kami beban sebagaimana Engkau telah pikulkan kepada orang-orang sebelum kami, Yâ Rabbanâ janganlah Engkau bebani kami yang kami tidak punya kekuatan dengannya, maafkanlah kami, ampunilah kami dan sayangilah kami wahai Maulâ kami, maka tolonglah kami atas orang-orang yang kâfir.  

6. Minta Dijauhkan dari Neraka dan Kehinaan
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِيْنَ مِنْ أَنْصَارٍ. رَبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي ِللإِيْمَانِ أَنْ آمِنُوا بِرَبِّكُمْ فآمَنَّا, رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ اْلأَبْرَارِ. رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدْتَنَا عَلَى رُسُلِكَ وَ لاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ, إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيْعَادَ

Rabbanâ mâ khalaqta hâdzâ bâthilan subhânaka faqinâ ‘adzâban nâr. Rabbanâ innaka man tudkhilin nâra faqad akhzaitahu wa mâ lizhzhâlimîn min anshâr. Rabbanâ innanâ sami‘nâ munâdiyan yunâdî lilîmâni an ãminû birabbikum fa ãmannâ, rabbanâ faghfir lanâ dzunûbanâ wa kaffir ‘annâ sayyi`âtinâ wa tawaffanâ ma‘al abrâr. Rabbanâ wa ãtinâ mâ wa‘adtanâ ‘alâ rusulika walâ tukhzinâ yaumal qiyâmah, inna lâ tukhliful mî‘âd.
Yâ Rabbanâ Engkau tidak ciptakan semuanya ini sia-sia, maha suci Engkau, maka jagalah kami dari neraka. Yâ Rabbanâ orang yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sesungguhnya Engkau telah menghinakannya, dan untuk orang-orang yang zalim itu tidak ada pembela. Yâ Rabbanâ kami telah mendengar seorang penyeru yang menyerukan kepada iman: Berimanlah kamu kepada Tuhan yang mengatur kamu. Maka kami beriman. Yâ Rabbanâ ampunilah dosa-dosa kami dan tutuplah segala keburukan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang baik. Yâ Rabbanâ, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan kepada para rasûl-Mu, janganlah Engkau hinakan kami pada hari kiamat, sungguh Engkau tidak mengingkari janji. 

رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا, إِنَّهَا سَائَتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا

Rabbanashrif ‘annâ ‘adzâba jahannama inna ‘adzâbahâ kâna gharâmâ, innahâ sâ`at mustaqarran wa muqâmâ.
Yâ Rabbanâ palingkanlah dari kami siksa Jahannam, sesungguhnya siksaannya itu adalah kebinasaan yang kekal, sesungguhnya ia itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat tinggal. 

7. Agar Penguasa Zalim Dihancurkan
رَبَّنَا إِنَّكَ آتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلأَهُ زِيْنَةً وَأَمْوَالاً فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا, رَبَّنَا لِيُضِلُّوا عَنْ سَبِيْلِكَ, رَبَّنَا اطْمِسْ عَلَى أَمْوَ آلِهِمْ, وَاشْدُدْ عَلَى قُلُوْبِهِمْ, فَلاَ يُؤْمِنُوا حَتَّى يَرَوُا الْعَذَابَ اْلأَلِيْمَ

Rabbanâ innaka ãtaita fir‘auna wa mala`ahu zînatan wa amwâlan fil hayâtid dunyâ, rabbanâ liyudhillû ‘an sabîlik, rabbanathmis ‘alâ amwâlihim, wasydud ‘alâ qulûbi-him, falâ yu`minû hattâ yarawul ‘adzâbal ‘alîm.
Yâ Rabbanâ Engkau telah berikan kepada Fir‘aun  dan para pembesarnya harta kekayaan di dalam kehidupan dunia. Yâ Rabbanâ mereka menyesatkan (rakyat) dari jalan-Mu. Yâ Rabbanâ hancurkan harta kekayaannya dan kacaukan hati-hatinya, sebab mereka itu tidak beriman sehingga melihat siksa yang pedih. 

Catatan
Ini doa Nabi Mûsâ dan Nabi Hârûn as untuk menghancur-kan Fir'aun, dan jika di muka bumi ini ada penguasa yang zalim yang menindas rakyatnya seperti halnya Fir;aun, maka gunakanlah doa di atas untuk menggulingkannya dan ganti nama Fir‘aun dengan nama penguasa yang zalim.

8. Minta Ampun untuk Kedua Orang Tua dan Mu`minîn
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ يَوْمَ يَقُوْمُ الْحِسَابُ
Rabbanaghfir lî wa liwâlidayya wa lilmu`minîn yauma yaqûmul hisâb.
Yâ Rabbanâ ampunilah aku, kedua orang tuaku dan kaum mu`minîn pada hari ditegakkan keadilan. 

رَبِّ اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِمَنْ دَخَلَ بَيْتِيَ مُؤْمِنًا وَلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, وَ لاَ تَزِدِ الظَّالِمِيْنَ إلاَّ تَبَارًا
Rabbighfir lî wa liwâlidayya wa liman dakhala baiti-ya mu`minan wa lil mu`minîna wal mu`minât, walâ tazidizh zhâlimîna illâ tabârâ.
Yâ Rabbi ampunilah aku, kedua orang tuaku, orang yang memasuki rumahku dalam keadaan beriman, kaum mu`minîn dan mu`minât., dan tidak menambah apa-apa bagi orang-orang yang  zalim selain kebinasaan. 

رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا
Rabbirhamhumâ kamâ rabbayânî shaghîrâ.
Yâ Rabbi sayangilah mereka berdua (ibu dan ayah) sebagaimana mereka berdua telah mendidikku pada waktu kecil.


9. Minta Ampun untuk Orang yang Mengikuti Jalan Allah
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا, فَاغْفِرْ لِلَّذِيْنَ تَابُوْا وَاتَّبَعُوا سَبِيْلَكَ, وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيْمِ

Rabbanâ wasi‘ta kulla rahmatan wa ‘ilmâ, faghfir lilladzîna tâbû wattaba‘û sabîlak, wa qihim ‘adzâbal jahîm.
Yâ Rabbanâ Engkau telah meliputi segala sesuatu dengan kasih dan ilmu, maka ampunilah mereka yang bertobat dan mengikuti jalan-Mu, dan jagalah mereka dari siksa neraka Al-Jahîm. 

10. Minta Dihindarkan dari Siksa Dunia
رَبَّنَا اكْشِفْ عَنَّا الْعَذَابَ إِنَّا مُؤْمِنُوْنَ

Rabbanaksyif ‘annal ‘adzâba innâ mu`minûn.
Yâ Rabbanâ palingkanlah dari kami siksaan, sesungguhnya kami (telah) beriman. 

11. Minta Ampun dan Dijauhkan dari Fitnah Orang Kâfir
رَبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيْرُ. رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِلَّذِيْنَ كَفَرُوا, وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Rabbanâ ‘alaika tawakkalnâ wa ilaika anabnâ wa ilaikal mashîr. Rabbanâ lâ taj‘alnâ fitnatan lilladzîna kafarû waghfir lanâ rabanâ innaka antal ‘azîzul hakîm.
Yâ Rabbanâ kepada-Mu kami bertawakkal, kepada-Mu kami mendekatkan diri dan kepada-Mu tempat kembali. Yâ Rabbanâ janganlah Engkau jadikan kami sebagai fitnah (bulan-bulanan) bagi orang-orang yang kufur, dan ampunilah kami wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau maha perkasa lagi maha mulia.  

12. Minta Cahaya yang Sempurna
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Rabbanâ atmim lanâ nûranâ waghfir lanâ innaka ‘alâ kulli syai`in qadîr.
Yâ Rabbanâ sempurnakanlah buat kami cahaya kami dan ampunilah kami, sesungguhnya Engkau maha kuasa atas segala sesuatu. 

13. Minta tidak Disatukan bersama Bangsa yang Zalim
عَلَى اللهِ تَوَكَّلْنَا, رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ

‘Alallâhi tawakkalnâ, rabbanâ lâ taj‘alnâ ma‘al qaumizh zhâlimîn.
Kepada Allah kami bertawakkal, Yâ Rabbanâ janganlah Engkau menjadikan kami bersama orang-orang yang zalim.
 
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَ أَنْتَ خَيْرُ الْفَاتِحِيْنَ

Rabbanaftah bainanâ wa baina qauminâ bil haqqi wa anta khairul fâtihîn.
Yâ Rabbanâ bukakan di antara kami dan bangsa kami dengan benar dan Engkau sebaik-baik pembuka. 

رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُوْنِ, فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ

Rabbi inna qaumî kadzdzbûnî, faftah bainî wa bai-nahum fat-han wa najjinî wa man ma‘iya minal mu`minîn.
Yâ Rabbi sesungguhnya bangsaku telah mendustakanku, maka adakanlah keputusan antaraku dan antara mereka dan selamatkanlah aku dan orang-orang mu`min yang bersamaku.  

رَبِّ لاَ تَذَرْ عَلَى اْلأَرْضِ مِنَ الْكَافِرِيْنَ دّيَّارًا
Rabbi lâ tadzar ‘alal ardhi minal kâfirîna dayyârâ.
Yâ Rabbi janganlah Engkau biarkan hidup di atas bumi ini seorang kâfir pun juga. 

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ
Rabbi najjinî minal qaumizh zhâlimîn.
Yâ Rabbi selamatkanlah aku dari bangsa yang zalim. 

رَبِّ نَجِّنِي وَأَهِلِي مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
Rabbi najjinî wa ahlî mimmâ ya‘malûn.
Yâ Rabbi selamatkanlah aku dan keluargaku dari kejahatan yang mereka perbuat. 

14. Minta Dicatat bersama Mereka yang Bersaksi
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِيْنَ

Rabbanâ ãmannâ faktubnâ ma‘asy syâhidîn.
Yâ Rabbanâ kami telah beriman, maka catatlah kami bersa-ma orang-orang yang bersaksi. 

رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنْزَلْتَ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ, فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِيْنَ
Rabbanâ ãmannâ bimâ anzalta wattaba‘nâr rasûl, faktubnâ ma‘asy syâhidîn.
Yâ Rabbanâ kami telah beriman kepada apa yang telah Eng-kau turunkan dan kami mengikuti Rasûl, maka catatlah kami bersa-ma mereka yang bersaksi. 

15. Minta Imam Al-Mahdi as Segera Ditampilkan
رَبَّنَا أَخْرِجْنَا مِنْ هَذِهِ الْقَرْبَةِ الظَّالِمِ أَهْلُهَا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا وَاجْعَلْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ نَصِيْرًا

Rabbanâ akhrijnâ min hâdzihil qaryatizh zhâlimi ahluhâ waj‘al lanâ min ladunka waliyyan waj‘al lanâ min ladunka nashîrâ.
Yâ Rabbanâ keluarkanlah kami dari negeri ini yang zalim penduduknya dan jadikanlah buat kami pemimpin dari sisi-Mu dan jadikanlah untuk kami penolong dari sisi-Mu. 

16. Minta Orang-orang Saleh Dimasukkan ke Surga
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ

Rabbanâ wa adkhilhum jannâti ‘adninil latî wa‘adtatahum wa man shalaha min ãbâ`ihim wa azwâjihim wa dzurriyyâtihim innaka antal ‘azîzul hakîm.
Yâ Rabbanâ masukkanlah mereka ke dalam surga-surga ‘Aden yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh dari orang-orang tua mereka, pasangan-pasangan mereka (suami/istri) dan keturunan mereka, sesungguhnya Engkau maha mulia lagi maha bijaksana. 

17. Minta Amal dan Tobat Diterima-Nya
رَبَنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ, رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ, وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ, وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Rabbanâ taqabbal minnâ innaka antas samî‘ul ‘alîm, rabbanâ waj‘alnâ muslimaini lak, wa min dzurriyyatinâ ummatan muslimatan lak, wa arinâ manâsikanâ watub ‘alainâ innaka antat tawwâbur rahîm.
Wahai Tuhan kami terimalah (amal) dari kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Wahai Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang berserah diri kepada-Mu dan (jadikanlah) dari keturunan kami ummat yang berserah diri kepada-Mu dan ajarkanlah kepada kami manâsik (tata cara haji) kami dan terimalah tobat kami, sesungguhnya Engkau penerima tobat lagi maha pengasih.

Catatan
Al-Quran sûrah Al-Baqarah 2/128. Doa ini adalah doa Nabi Ibrâhîm as setelah beliau membangun Ka‘bah. Doa tersebut melibatkan putranya Ismâ‘îl as dan keturunannya. Jika kita berdoa dengan doa tersebut dan banyak mengikut sertakan anak, maka muslimaini (dua orang yang berserah diri), diganti dengan muslimîna (beberapa orang yang berserah diri).

18. Minta Hati Lapang, Urusan Mudah dan Bicara Fasih
رَبِّ اشْرَحْ لِي صَدْرِي, وَيَسِّرْ لِي أَمْرِي, وَاحْلُلْ عُقْدَةً مِنْ لِسَانِي يَفْقَهُوا قَوْلِي

Rabbisyrah lî shadrî, wa yassir lî amrî, wahlul ‘uqdatan min lisânî yafqahû qaulî.
Yâ Rabbi lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku dan fasihkanlah bicaraku agar mereka memahami ucapanku. 

19. Minta Syukur, Saleh dan Punya Anak yang Saleh.
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ, وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي, إِنِّي تُبْتُ إِلَيْكَ وَإِنِّي مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Rabbi auzi‘nî an asykura ni‘matakal latî an‘amta ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa an a‘mala shâlihan tardhâh, wa ashlih lî fî dzurriyyatî innî tubtu ilaika wa innî minal muslimîn.
Yâ Rabbi ilhamkanlah kepadaku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku bisa beramal saleh yang Engkau ridhai dan perbaiki untukku dalam keturunanku, sesungguhnya aku bertobat kepada-Mu dan sesungguhnya aku dari kalangan orang yang berserah diri. 

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيْمَ الصَّلاَةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي, رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ
Rabbij‘alnî muqîmash shalâti wa min dzurriyyatî, rabbanâ wa taqabbal du‘â`.
Yâ Rabbi jadikanlah aku orang yang mendirikan shalat dan demikian pula dari keturunanku. Yâ Rabbanâ terimalah doaku.

20. Minta Syukur, Saleh dan Digabungkan dengan Shalihîn
رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ, وَأَدْخِلنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

Rabbi auzi‘nî an asykura ni‘matakal latî an‘amta ‘alayya wa ‘alâ wâlidayya wa an a‘mala shâlihan tardhâh, wa adkhilnî birahmatika fî ‘ibâdikash shâlihîn.
Yâ Rabbi ilhamkanlah kepadaku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau karuniakan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku dan agar aku bisa beramal saleh yang Engkau ridhai, dan masukkan aku dengan rahmat-Mu ke dalam kelompok hamba-hamba-Mu yang saleh. 

21. Minta Jalan Keluar/Masuk yang Benar dan Pertolongan
رَبِّ أَدْخِلْنِي مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِي مُخْرَجَ صِدْقٍ وَاجْعَلْ لِي مِنْ لَدُنْكَ سُلْطَانًا نَصِيْرً
 ا
Rabbi adkhilnî mudkhala shidqin wa akhrijnî mukhraja shidqin waj‘al lî min ladunka sulthânan nashîrâ.
Yâ Rabbi masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkan aku dari tempat keluar yang benar, dan jadikan untukku dari sisi-Mu kekuasaan yang menolong. 

22. Minta Ditambah Ilmu
رَبِّ زِدْنِي عِلْمًا

Rabbi zidnî ‘ilmâ.
Yâ Rabbi tambahlah kepadaku ilmu pengetahuan. 

23. Minta Diberi Anak yang Saleh
رَبِّ لاَ تَذَرْنِي فَرْدًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْوَارِثِيْنَ
Rabbi lâ tadzarnî fardan wa anta khairul wâritsîn.
Yâ Rabbi janganlah Engkau biarkan aku sendirian (tanpa keturunan) sementara Engkau sebaik-baik yang mewariskan.

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِيْنَ
Rabbi hab lî minash shâlihîn.
Yâ Rabbi berilah aku (keturunan) dari kalangan yang saleh. 

24. Minta Pertolongan
رَبِّ انْصُرْنِي بِمَا كَذَّبُوْنِ

Rabbinshurnî bimâ kadzdzabûn.
Wahai Tuhanku tolonglah aku karena mereka itu telah mendustakanku. 

رَبِّ انْصُرْنِي عَلىَ الْقَوْمِ الْمُفْسِدِيْنَ
Rabbinshurnî ‘alal qaumil mufsidîn.
Yâ Rabbi tolonglah aku atas bangsa (kaum) yang melakukan kerusakan. 

25. Minta Ditempatkan di Tempat yang Diberkati       
رَبِّ أَنْزِلْنِي مُنْزَلاً مُبَارَكًا وَ أَنْتَ خَيْرُ الْمُنْزِلِيْنَ

Rabbi anzilnî munzalan mubârakan wa anta khairul munzilîn.
Yâ Rabbi tempatkanlah aku di tempat yang diberkati dan Engkaulah sebaik-baik yang menempatkan. 

26. Agar tidak Terkena Siksa bersama Bangsa yang Zalim
رَبِّ إِمَّا تُرِيَنِي مَا يُوْعَدُوْنَ, رَبِّ فَلاَ تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِيْنَ

Rabbi immâ turiyanî mâ yû‘adûn, rabbi falâ taj‘alnî fil qaumizh zhâlimîn.
Yâ Rabbi apabila Engkau hendak memperlihatkan kepadaku siksa yang diancamkan kepada mereka. Yâ Rabbi janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim. 

27. Berlindung dari Syaithân dan Kehadirannya
رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ, وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ

Rabbi a‘ûdzu bika min hamazâtisy syayâthîn, wa a‘ûdzu bika rabbi an yahdhurûn.
Yâ Rabbi aku berlindung kepada-Mu dari godaan syaithân-syaithân dan aku berlindung kepada-Mu wahai Tuhanku dari kehadiran mereka kepadaku. 

28. Minta Paham dan Digabungkan dengan Shalihîn
رَبِّ هَبْ لِي حُكْمًا وَأَلْحِقْنِي بِالصَّالِحِيْنَ, وَاجْعَلْ لِي لِسَانَ صِدْقٍ فِي اْلآخِرِيْنَ, وَاجْعَلْنِي مِنْ وَرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ

Rabbi hab lî hukman wa alhiqnî bish shâlihîn, waj‘alnî min waratsati jannatin na‘îm.
Yâ Rabbi berilah aku pemahaman tentang hukum dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh, jadikanlah bagiku lidah kebenaran (buah tutur yang baik) pada orang-orang yang (datang) kemudian, dan jadikanlah aku di antara orang-orang yang mempusakai surga Al-Na‘îm.

29. Minta Rezeki
رَبِّ إِنِّي لِمَا أَنْزَلْتَ إِلَيَّ مِنْ خَيْرٍ فَقِيْرٌ

Rabbi innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr.
Yâ Rabbi sesungguhnya aku butuh kepada kebaikan yang Engkau turunkan. 

30. Minta Ditunjuki ke Jalan yang Lurus
بِِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. الْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ, الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ, مَالِكِ يَوْمِ الدِّيْنِ, إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِيْنُ, اِهْدِنَا الصَّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَ, صِرَاطَ الَّذِيْنَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْصُوْبِ عَلَيْهِمْ وَ لاَ الضَّالِّيْنَ
 .
Bismillâhir rahmânir rahîm. Alhamdu lillâi rabbil ‘âlamîn, arrahmânir rahîm, mâliki yaumid dîn, iyyâka na‘budu wa iyyâka nasta‘în, ihdinash shirâthal mustaqîm, shirâthal ladzîna an‘amta ‘alaihim ghairil maghdhûbi ‘alaihim wa ladh dhãllîn.
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Segala puji bagi Allah pemilik alam semesta. Yang maha pengasih lagi maha penyayang. Yang memiliki hari pembalasan. Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan. Tunjukilah kami ke jalan yang lurus. Jalan orang-orang yang telah Engkau berikan karunia kepada mereka, bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang tersesat. 

31. Minta Dilindungi dari Kejahatan Makhluk-Nya
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ, وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ, وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ, وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ

Bismillâhir rahmânir rahîm. Qul a‘ûdzu birabbil falaq, min syarri mâ khalaq, wa min syarri ghâsiqin idzâ waqab, wa min syarrin naffâtsâti fil ‘uqad, wa min syarri hâsidin idzâ hasad.
Dengan nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan pemilik falaq dari kejahatan makhluk yang Dia ciptakan, dari kejahatan malam apabila telah kelam dan dari kejahatan orang yang hasud apabila hasad. 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ, مَلِكِ النَّاسِ, إِلَـهِ النَّاسِ، مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ, الَّذِى يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ, مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ

Bismillâhir rahmânir rahîm. Qul a‘ûdzu birabbin nâs, malikin nâs, ilâhin nâs, min syarril waswâsil khannâs. Alladzî yuwaswisu fî shudûrin nâs, minal jinnati wan nâs.
Dengan nama Allah tang maha pengasih lagi maha penyayang. Katakanlah: Aku berlindung kepada pengatur manusia, raja manusia dan Tuhan manusia dari kejahatan Al-Waswâs Al-Khannâs yang membisik-bisikkan ke dalam dada manusia dari kalangan jin dan manusia. 

32. Doa ketika Kesedihan telah Hilang
اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ, إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ

Alhamdu lillâhil ladzî adzhaba ‘annal hazan, inna rabbanâ laghafûrun syakûr.
Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami, sesungguhnya Tuhan kami maha pengampun lagi maha pensyukur.  

33. Doa Ibu untuk Anaknya yang Baru Dilahirkannya
وَإِنِّي أُعِيْذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ

Wa innî u‘îdzuhâ bika wa dzurriyyatahâ minasy syaithânir rajîm.
Dan aku melindungkan dia dan keturunannya kepada-Mu dari syaithân yang terkutuk. 

Catatan
Apabila anak yang dilahirkannya itu laki-laki, maka peng-ganti namanya diganti menjadi: Wa innî u‘îdzuhu bika wa dzu-rriyyatahu minasy syaithânir rajîm.

34. Agar tidak Kebakaran dan tidak Mati Tenggelam
    إِنَّ وَلِيِّيَ اللهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَ هُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِيْنَ
Inna waliyyiyallâhul ladzî nazzalal kitâba wa huwa yatawallash shâlihîn.
Sesungguhnya waliku adalah Allah yang telah menurunkan Al-Kitâb dan Dia mencintai orang-orang yang saleh.

وَمَا قَدَّرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَاْلأَرْضُ جَمِيْعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِيْنِهِ, سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى عَمَّا يُشْرِكُونَ

Wa mâ qaddarullâha haqqa qadrihi wal ardhu jamî‘an qabdhatuhu yaumal qiyâmah was samâwâtu mathwiyyâtun biyamînihi subhânahu wa ta‘âlâ ‘ammâ yusyrikûn.
Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagu-ngan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat, dan semua langit digulung dengan tangan kanan-Nya (kekuasaan-Nya). Maha suci Tuhan yang maha tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

35. Agar Kendaraan (Hewan) Mudah Ditunggangi
    وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ طَوْعًا وَكَرهًا وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
W
 a lahu aslama man fis samâwâti wal ardhi thau‘an wa karhan wa ilaihi turja‘ûn.
Dan kepada-Nya berserah diri segala yang ada di langit dan di bumi baik secara terpaksa maupun suka rela dan kepada-Nya kamu dikembalikan. 

36. Agar tidak Diganggu oleh Binatang Buas
    لَقَدْ جَائَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ, حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوفٌ رَحِيْمٌ. فَإِنْ تَوَلَّوا فَقُلْ حَسْبِيَ اللهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَ هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
  
Laqad jâ`akum rasûlun min anfusikum ‘azîzun ‘alaihi ma ‘anittum harîshun ‘alaikum bil mu`minîna ra`ûfun rahîm. Fa in tawallau faqul hasbiyallâhu la ilâha illâ huwa ‘alaihi tawakkaltu wa huwa rabbul ‘arsyil ‘azhîm.
Telah datang kepadamu seorang rasûl (utusan) dari kalanganmu yang terasa berat penderitaanmu atasnya, yang sangat mengharapkan kamu beriman yang pengasih lagi penyayang. Maka jika mereka berpaling, katakanlah: Cukup buatku Allah tidak ada tuhan selain Dia, kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia pemilik ‘arasy yang agung. 

37. Agar Penyakit Air Kuning Sembuh
Tulis Ayat Kursi (Al-Baqarah ayat 255) di atas perut, lalu basuh dengan air yang bersih dan airnya diminum.

38. Agar Orang yang Minggat Bisa Kembali
أَوْ كَظُلُمَاتٍ فِي بَحْرٍ لُجِّيٍّ يَغْشَاهُ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ مَوْجٌ مِنْ فَوْقِهِ سَحَابٌ, ظُلُمَاتٌ بَعْضُهَا فَوْقَ بَعْضٍ إِذَا أَخْرَجَ يَدَهُ لَمْ يَكَدْ يَرَاهَا, وَمَنْ لَمْ يَجْعَلِ اللهُ لَهُ نُوْرًا فَمَا لَهُ مِنْ نُوْرٍ
 .
Au kazhulumâtin fi bahrin lujjiyyin yaghsyâhu maujun min fauqihi maujun min fauqihi sahâb, zhulumâtun ba‘dhuhâ fauqa ba‘dhin idzâ akhraja yadahu lam yakad yarâhâ, wa man lam yaj‘alillâhu nûran famâ lahu min nûr.
Atau seperti gelap gulita di lautan yang dalam yang diliputi oleh ombak yang di atasnya ombak (pula) di atasnya awan gelap gulita, beberapa kegelapan yang sebagiannya di atas sebangian yang lain, apabila dia mengeluarkan tangannya tidaklah dia dapat melihatnya, dan siapa yang tidak diberi cahaya oleh Allah, tidaklah dia mempunyai cahaya.   

39. Agar Tidak Kecurian
Sebelum tidur atau ketika mengunci pintu, bacalah dua ayat berikut ini.
قُلِ ادْعُوا اللهَ أَوِ ادْعُوا الرَّحْمنَ أَيًّا مَا تَدْعُوا فَلَهُ اْلأَسْمَاءُ الْحُسْنَى وَ لاَ تَجْهَرْ بِصَلاَتِكَ وَ لاَ تُخَافِتْ بِهَا وَابْتَغِ بَيْنَ ذَالِكَ سَبِيْلاً. وَقُلِ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُنْ لَهُ شَرِيْكٌ فِي الْمُلْكِ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ وَلِيٌّ مِنَ الذَُلِّ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيْرًا

Qulid‘ullâha awid‘ur rahmân, ayyan mâ tad‘û falahul asmâ`ul husnâ, walâ tajhar bishalâtika walâ tukhâfit bihâ wabtaghi baina dzâlika sabîlâ. Wa qulil hamdu lillâhil ladzî lam yattakhidz waladan wa lam yakun lahu syarîkun fil mulki wa lam yakun lahu waliyyun minadz dzulli wa kabbirhu takbîrâ.
Katakanlah: Serulah Allah atau serulah Al-Rahmân. Dengan nama yang mana saja yang kamu seru, Dia mempunyai nama-nama yang terbaik, dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan jangan pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara keduanya. Dan katakanlah: Segala puji kepunyaan Allah yang tidak mempunyai anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan-Nya dan tidak mempunyai penolong (untuk menjaga-Nya) dari kehinaan, dan agungkanlah Dia dengan dengan sesungguhnya. 

40. Agar Dijaga Malaikat dan supaya Syaithân Menjauh
    إِنَّ رَبَّكُمُ اللهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيْثًًا, وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ, أَلاَ لَهُ الْخَلْقُ وَاْلأَمْرُ, تَبَارَكَ اللهُ رَبُّ الْعَالَمِيْنَ

Inna rabbakumullâhul ladzî khalaqas samâwâti wal ardha fî sittati ayyâmin tsummastawâ ‘alal ‘arsy, yughsyil lailan nahâra yathlubuhu hatsîtsa, wasy syamsa wal qamara wan nu-jûma Mûsâkhkharâtin bi`amrih. Alâ lahul khalqu wal amr, tabârakallâhu rabbul ‘âlamîn.
Sungguh Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas ‘arasy. Dia tutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang ditundukkan dengan perintah-Nya. Ingatlah! Menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah, maha suci Allah pemilik alam semesta.

Telah berkata Syeikh Za'far Al-Khuldi " Tatkala aku berpamitan pulang pada Syeikh Abu Hasan As-Suufy Qoddasallohu Sirrohu aku ucapkan padanya ketika kami akan berpisa" Ajarkanlah padaku sesuatu yg bermanfa'at wahai Syeikh ", Maka Syeikh abu hasan berkata padaku " Apabila engkau kehilangan sesuatu atau engkau mencari sesuatu yg Ghaib, Orang Yg kabur, ingin mengembalikan barang yg hilang, Menarik Pencuri, Atau engkau ingin Mengumpulkan harta, Mengumpulkan Pembeli,Ingin beribadah, ingin cepat memahami Al-Qur'an dan kitab2 , Dan ingin dilaksanakan semua hajat,maka bacalah olehmu Ayat ini dengan Niat Yg di khususkan" inilah ayatnya :ROBBANA INNAKA JAMI'UN NASI LI YAUMIN LA ROYBA FIHI INNALLOHA LA YUKHLIFUL MII'ADA (Ali imron 9 ) Ayat di atas di baca 15000 x di dalam Riwayat yg lain di baca 30.000, di dalam Riwayat yg lain di baca 47000 x dengan membaca do'a dibawah ini 1 x tiap2 membaca Ayat tersebut 100 x Inilah Do'a Yang di maksud : 1. ALLOHUMMA IJMA' 'ALA DOLATI
(Untuk Yg Ingin di kembalikan barang Yg hilang )

2. ALLOHUMMA IJMA' BAINI ..... ( Sebutkan nama anda ) WA BAINA ......( Sebutkan Orang Yg anda Maksud )
( Untuk orang yang ingin di satukan Hatinya )

3. ALLOHUMMA IJMA' BAINI..... ( sebutkan nama anda ) WA BAINAL QUR'ANI
Atau kalau Kitab WA BAINAL KITABI..... ( Sebutkan nama Kitab )
( Untuk orang Yang ingin memahami Al-Qur'an & Kitab )

4. ALLOHUMMA IJMA' BAINI..... (Sebutkan nama anda ) WABAINAL MALI
(Untuk orang yang ingin menarik Rizqi )

5. ALLOHUMMA IJMA' BAINI ......(Sebutkan nama anda ) WA BAINAL MUSTARIINA 
( Bagi orang yang ingin menarik pembeli ).
 
Di dalam riwayat Yang lain membaca dulu Istigfar 30 x, Sholawat 30 x, Surat Wad-Duha 30 x, Ayatnya 3210 x.
di dalam Riwayat yang lain di tambah surat Wad Duha nya 1001 x Khusus untuk mengembalikan barang yg Hilang dan menarik orang yang kabur agar kembali.

Dan dalam Riwayat Yg lain di tambah dengan membac Surat Al-Fatihah 1001 x Di tambah dengan membaca Surat Al-Ikhlas 1002 x bermanfa'at untuk semua hajat2, dan dilam riwayat Yg lain di tambah membaca Surat Yasin 41 x Khasiatnya Barang Yg hilang di kembalikan di depan pintu.

FAIDAH

Di riwayatkan oleh imam Ahmad dan Turmuzi juga Ad-Dailami dari sayyidina Anas R.A Rosulullohi S.A.W bersabda " Barang siapa yang membaca pada hari Jum'at " ALLOHUMMA AGNINI BI HALALIKA AN HAROMIKA WA BIFADLIKA AMMAN SIWAKA " 70 x Maka tidak akan lewat 2 Jum'at kecuali Alloh akan membuatnya orang tersebut menjadi Kaya.

Diriwayatkan Dari Sayyidina Ali Karromallohu wajhahu telah bersabda Rosulullohi S.A.W
" Maukah Engkau aku ajarkan beberapa kalimat, yang bila engkau mempunya hutang seberat gunung yang besar, Maka Alloh akan membayarnya yaitu ALLOHUMMA AGNINI BI HALALIKA AN HAROMIKA WA BIFADLIKA AMMAN SIWAKA 70 x Pada hari jum'at dan 7 x Ba'da sholat Fardhu.

Minggu, 27 Mei 2018

Salah Dislokasi Bahu, Kenali Risiko Cedera Saat Olahraga

Winger Liverpool Mohamed Salah terpaksa ditarik keluar pada babak pertama saat melawan Real Madrid karena di Liga Final Champions, Minggu (27/5/2018). Diduga ia mengalami dislokasi bahu usai bertabrakan dengan bek Real Madrid, Sergio Ramos.

Dislokasi bahu bukan satu-satunya risiko cedera saat olahraga. Peradangan otot atau sendi, robekan pada otot, dislokasi otot, tulang dan sendi adalah beberapa jenis cedera yang umum terjadi saat berolahraga.

Kesalahan posisi bagian tubuh saat berolahraga, bersinggungan dengan sesama pemain, teknik bermain yang kurang tepat dan penggunaan otot yang berlebihan dapat menimbulkan cedera pada tangan dan bahu.



Baca juga: Dokter Ortopedi Komentari Cedera yang Dialami Mohamed Salah



Cedera bahu dapat terjadi pada tulang ataupun otot, namun struktur tulang yang lebih keras menyebabkan cedera paling sering terjadi pada otot.

Secara umum cedera terbagi menjadi dua, yaitu akut dan kronik. Cedera akut terjadi bila penggunaan energi secara signifikan atau penggunaan energi secara berulang seperti pemain badminton, golf, tenis dan volly dapat memicu cedera tangan dan bahu.

"Akut itu kalau energinya, traumanya besar. Cetar! Cedera," kata dr Iman Widya Aminata, Sp.OT dari RS Pondok Indah, ditemui baru-baru ini.

Cedera bahu ringan dapat diatasi dengan melakukan peregangan dan memaksimalkan kerja bahu melalui fisioterapi, sedangkan cedera akibat peradangan otot dapat diatasi dengan istirahat, penggunaan kompres es untuk meredakan nyeri, pemberian analgesik atau obat antiradang untuk menghilangkan rasa nyeri, serta terapi untuk membantu proses pemulihan.

Tidak hanya tangan dan bahu, kaki juga rentan terhadap cedera olahraga, terutama bagi para pemain sepak bola dan basket. Cedera pada kaki dan pergelangan kaki yang umum terjadi di antaranya adalah robeknya ligamen pergelangan kaki, cedera tendon achilles, dislokasi tendon peroneal, dan keluhan nyeri yang berhubungan dengan kondisi flatfoot atau kaki datar.

Rabu, 23 Mei 2018

KITAB MANAQIB SYEIKH ABDUL QODIR AL JAILANI QS

AL HIJAZ Depok Bersemi 165



Media Informasi Dan Dakwah Para Pecinta Kesucian Jiwa, Ikhwan Depok.

Beranda

JAN

31

KITAB MANAQIB SYEIKH ABDUL QODIR AL JAILANI QS

KITAB MANAQIB SYEIKH 'ABDUL QODIR AL JAILANIQoddasallohu Sirruhu
( Untuk Kalangan Ikhwan Thoriiqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah PP Suryalaya )





( PEMBUKAAN MANQOBAH )

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلَآ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَۚ ۞ اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَانُوا يَتَّقُوْنَۗ ۞ لَهُمُ الْبُشْرٰى فِي الْـحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِۗ لَا تَبْدِيْلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Bismillaahir rohmaanir roohim.
Alaa inna Auliyaa'alloohi laa khoufun ‘alaihim wa laahum yahzanuun.
Alladziina aamanuu wakaanuu yattaquun.
Lahumul busyroo fil hayaatid dunyaa wa fiil aakhiroh,  laa tabdiila likalimaatillaah, dzaalika huwal fauzul ‘azhiim.


بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اَلْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ، وَلَا عُدْوَانَ اِلَّا عَلَى الظَّالِمِيْنَ ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِهٖ وَصَحْبِهٖ اَجْمَعِيْنَ ، اَمَّا بَعْدُ :


Bismillaahir rohmaanir roohim.
Alhamdulillaahi Robbil ‘aalamin, wal ‘aaqibatu lill Muttaqiin, walaa ‘udwaana illaa 'alazh zhoolimiin, wash sholaatu was salaamu ‘alaa Sayidinaa Muhammadin wa ‘alaa aalihii wa shohbihii ajma’iin,
Ammaa ba’du:

Dengan menyebut Nama Alloh Yang Maha Pengasih Maha Penyayang. Puji bagi Alloh pencipta Semesta alam. Sholawat serta salam semoga dilimpahkan kepada junjungan kita Nabi MuhammadSholallohu Alaihi Wa sallam berserta keluarganya, sahabatnya serta 'Awliya Alloh dan para pengikutnya sampai hari akhir.

Ini sekelumit manaqib Sulthon Awliya' Syaikh Abdul Qodir Al Jailani, kutipan dari

kitab "Uquudul La Aali Fii Manaaqibil Jayli" dan

kitab "Tafriihul Khootir Fii Manaaqibisy Syaikhi Abdul Qodir"

Semoga dengan dibacakan manaqib ini, Alloh Subhanahu Wa Ta’ala melimpahkan keberkahannya kepada kita sekalian, terutama kepada Shohibul Hajat (…....................................................................................................…)


Dimudahkan rizki yang halal, dijauhkan dari malapetaka dunia dan akhirat, diterima segala niat dan maksud kita, dimudahkan urusan kita yang berhubungan dengan dunia dan akhirat,

Amiin Yaa Robbal ‘aalamiin.

Adapun diantara manaqib Syaikh Abdul Qodir Al Jailani sebagai berikut :


(MUHARROM)

Manqobah Ke-39 :
Setiap Datang Tahun Baru, Memberitahu Kepada Syaikh Abdul Qodir Peristiwa Yang Akan Terjadi Pada Tahun Itu

Diriwayatkan di dalam kitab "Bahjatul Asror" bahwa Syaikh ‘Abdul Qodir pada suatu saat terbang melayang-layang diatas ribuan manusia di majlis pengajian yang beliau pimpin, beliau Bersabda:

"Tiada terbit matahari melainkan mengucapkan salam kepadaku, pada setiap datang tahun selalu memberi salam kepadaku, dan memberitahukan yang akan terjadi pada tahun itu. Pada setiap datang bulan, memberi salam kepadaku dan Menceritakan apa yang terjadi pada bulan itu. Demikian Pula setiap datang minggu dan hari, minggu dan hari itu memberi salam kepadaku dan memberitahukan yang akan terjadi pada minggu dan hari itu. Demi Dzat Alloh Yang Maha Mulia, orang-orang yang suka dan duka semuanya itu diberitahukan kepadaku.

Pandangan mataku selalu di Lauhil Mahfud dan aku tenggelam dalam lautan Ilmu Alloh dan lautan musyahadah, akulah yang menjadi Hujjah Alloh, akulah yang menjadi pengganti Rosululloh Sholallohu alaihiwa sallam. Akulah yang menjadi pewarisnya dibumi. Manusia ada gurunya, malaikat ada gurunya, jin ada gurunya, aku guru semuanya.”

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ


Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.


Manqobah Ke-40 :
‘Abdul Qodir Diberi Buku Untuk Mencatat Murid-Muridnya Sampai Hari Qiamat

Diriwayatkan di dalam kitab "Bahjatul Asror", Syaikh‘Abdul Qodir pernah berkata : “Aku diberi sebuah buku yang luasnya sejauh mata memandang untuk menuliskan nama-nama muridku sampai hari kiamat. Semua murid itu telah Alloh berikan Kepadaku dan telah menjadi milikku. Aku pernah bertanya Kepada malakul Malik, “Apakah ada dalam neraka, muridku dan sahabat-ku ?” Malakul Malik menjawab: “tidak ada.”

Syaikh berkata : "Aku bersumpah, demi kemuliaan Tuhanku. Tanganku atas murid-muridku seperti langit menutup bumi. Andaikan murid-muridku itu buruk, maka akulah yang baik. Dan aku bersumpah, demi Ke-Agungan dan Kemuliaan Tuhanku, dua telapak kakiku tidak akan bergeser dihadapan Tuhan kecuali sudah mendapat keputusan bahwa aku bersama-sama muridku yang masuk surga”

Lebih lanjut beliau bersabda : “Tanganku tidak akan lepas dari kepala murid-muridku, walaupun aku sedang ada di timur dan muridku ada di barat, lalu muridku itu tersingkap auratnya, maka tanganku akan segera menutupinya. Demi Keagungan dan Kemuliaan Tuhanku, pada hari qiamat aku akan berdiri tegak di hadapan gerbang pintu neraka, sekali lagi aku tidak akan bergeser sebelum muridku masuk surga karena Alloh Yang Maha Kuasa telah menjanjikanku bahwa murid-muridku tidak akan dimasukan ke dalam neraka.  Barang siapa yang berguru serta mahabbah kepadaku, pasti aku menghadap kepadanya, bahwa mereka dan Malaikat Munkar Nakir telah berjanji kepadaku, bahwa mereka tidak akan menakut-nakuti murid-muridku.”

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(SHOFAR)

Manqobah Ke-24 :
Masyarakat Yang Menderita Penyakit Tho’un, Sembuh Dengan Rumput Dan Air Madrosah Syaikh‘Abdul Qodir

Para Ulama meriwayatkan, pernah terjadi pada jaman Syaikh ‘Abdul Qodir bangkit wabah penyakit tho’unsehingga berjuta orang meninggal dunia. Masyarakat beduyun-duyun datang meminta pertolongan kepada Syaikh, beliau mengumumkan kepada mereka : "Barangsiapa makan rerumputan Madrosahku, Alloh akan menyembuhkan penyakit yang dideritanya.”

Karena terlalu banyak yang sakit, rerumputan itu habis, Syaikh mengumumkan lagi : “Barangsiapa yang meminum air Madrosahku akan segera disembuhkan Alloh Subhanahu Wa Ta’ala.” Mendengar Pengumuman itu, para penderita penyakit beramai-ramai minum air madrosah Syaikh, seketika itu juga mereka menjadi sembuh kembali dan penyakit tho’unpun lenyap.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqodah Ke-27 :
Syaikh ‘Abdul Qodir Membeli Empat Puluh Ekor Kuda Untuk Orang Sakit

Diriwayatkan, ada ada seseorang yang bertempat tinggal agak jauh dari kota Baghdad. Terdengar berita tentang kemasyhuran Syaikh ‘Abdul Qodir, ia pun bermaksud akan berziarah kepada Syaikh karena terdorong rasa Mahabbah. Setibanya dilokasi kediaman Syaikh, ia keheranan melihat istal kudanya megah Sekali, lantai istalnya dibuat dari emas dan perak, pelananya dibuat dari sutra dewangga, kudanyaempat puluh ekor, semuanya bagus-bagus dan mulus-mulus, tiada bandinganya.

Terlintas dalam hatinya prasangka yang kurang baik : “Katanya ia seorang Wali, tetapi mengapa kenyataannya seorang pecinta dunia. Mana ada seorang wali mencintai dunia ? tidak pantas diberi gelar Waliyulloh.” Niat semula untuk bertemu  dengan Syaikh, seketika itu juga dibatalkan, lalu ia bertamu kepada orang lain dikota itu.

Beberapa hari kemudian ia jatuh sakit sangat parah, tidak ada seorang dokter pun dikota itu yang mampu mengobatinya. Ada seorang paranormal beragama Nasroni yang memberi petunjuk, “Penyakitnya itu tidak bisa sembuh kecuali dengan hati kuda, dengan syarat kudanya harus seperti yang dimiliki oleh Syaikh Abdul Qodir, beliau seorang yang sangat dermawan, pasti mau menolong”

Setiap hari disembelih seekor untuk diambil hatinya selama empat puluh hari, sehingga empat puluh kuda habis semuanya. Dengan empat puluh kuda itu, sembuhlah orang itu seperti sedia kala. Dengan rasa syukur yang tiada terhingga diiringi rasa malu, ia datang menghadap Syaikh mohon ampunan. Syaikh Berkata : “Untuk kamu ketahui, sejumlah kuda yang ku beli itu sebenarnya untukmu, karena aku tahu kamu akan mendapat musibah, menderita penyakit yang tidak ada obatnya kecuali harus dengan empat puluh hati kuda. Aku tahu maksudmu semula, kamu datang mau berziarah kepadaku semata-mata didorong rasa cinta kepadaku, namun kamu berprasangka buruk kepadaku sehingga kamu bertamu kepada orang lain”. Setelah mendengar penjelasan itu, ia merasa bersalah dan segera bertobat, lalu Syaikh meluruskan niatnya dan memantapkan keyakinannya. Dan paranormal itu masuk Islam.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(ROBI’UL AWAL)

Manqobah Ke-3 :
Kecerdasan Syaikh Abdul Qodir Waktu Menuntut Ilmu

Dalam menuntut ilmu, Syaikh ‘Abdul Qodir berusaha memilih guru-guru yang ahli dalam bidangnya, beliau mempelajari dan memperdalam bermacam-macam disiplin ilmu.

Seluruh gurunya mengungkapkan tentang kecerdasannya. Beliau belajar Ilmu Fiqih dari Abil Wafa ‘Ali bin ‘Aqil, Abi ‘Ali Khothob al-Kalwadani dan Abi Husein Muhammad ibnil Qodli. Ilmu adab dari Abi Zakaria at-Tabrizi. Ilmu Thoriqot dari Syaikh Abil Khoir Hammad bin Muslim bin Darwatid Dibas. Shufiahnya dari Abi Said Al Mubarok.

Sejak itu beliau terus-menerus meraih pangkat yang sempurna berkat Rohmat Alloh Yang Maha Esa, sehingga beliau menduduki pangkat tertinggi dalam kewalian. Dengan semangat juang yang tinggi disertai tekad yang kuat beliau berusaha mengekang serta mengendalikan hawa nafsu. Beliau berkholwat di Irakdua puluh lima Tahun lamanya tidak berjumpa dengan orang.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-4 :
Budi Pekerti Syaikh Abdul Qodir

Syaikh Abdul Qodir Al Jailani sangat takut kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala, oleh karena itu beliau mudah terharu serta mudah mengeluarkan air mata. Doanya di Qobul Alloh. Beliau seorang dermawan, jauh dari keburukan dan selalu dekat dengan kebaikan. Berani dan kokoh dalam mempertahankan hak, tegas dalam menghadapi kemungkaran. Pantang menolak orang yang meminta-minta walupun yang dimintanya pakaian yang sedang beliau pakai. Tidak marah karena hawa nafsu, tidak memberi  pertolongan yang bukan karena Alloh.

Beliau diwarisi Akhlak Nabi Muhammad Sholallohualaihi wa sallam, Tampan Nabi Yusuf ‘Alaihis sallam,Benar Sayyidina Abu Bakar Ash-Shiddiq Rodliyalloohu 'anhu, Adil Umar bin Khothob Rodliyalloohu 'anhu,Hilim Sayyidina Utsman bin Affan Rodliyalloohu 'anhu,Kegagahan serta keberanian sayidina Ali bin Abi Tholib karromallohu Wajhah.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(ROBI’UTS TSANI)

Manqobah Ke-51 :
Wasiat Syaikh Abdul Qodir Kepada Putranya Abdul Rozak

Syaikh Abdul Qodir telah berwasiat kepada putranya yang bernama Abdul Rozak dengan beberapa wasiat, diantaranya :

“Wahai anakku, semoga Alloh melimpahkan Taufiqdan Hidayah-Nya kepadamu dan kepada segenap kaum muslimin. Wahai anakku, bertawakallah kepada Alloh, pegang syara’ dan laksanakan, dan pelihara batas-batasnya. Ketahui bahwa Thoriqotku dibangun berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah RosulullohSholallohu alaihi wa sallam. Hendaknya kamu berjiwa bersih, dermawan, murah hati dan suka memberi pertolongan kepada orang lain dengan jalan kebaikan. Jangan keras hati atau berlaku tidak sopan. Sebaiknya kamu bersikap sabar dan tabah menghadapi segala ujian dan cobaan. Hendaknya kamu mengampuni kesalahan orang lain dan bersikap hormat pada sesama ikhwan dan semua fakir miskin.

Perihara olehmu kehormatan guru-guru, dan berbuat baiklah kepada orang lain, beri nasihat yang baik kepada orang-orang besar tingkat kedudukanya, demikian pula bagi masyarakat kecil. Jangan suka berbantah-bantahan dengan orang lain kecuali dalam masalah agama.

Ketahuilah bahwa hakikat kemiskinan adalah perlu kepada orang lain, dan hakikat tidak perlu kepada orang lain. Tashowwuf dicapai dengan jalan lapar dan pantangan dari hal-hal yang disukai dan dihalalkan, dan tidak banyak bicara, jika kamu berhadapan dengan orang faqir, jangan dimulaii dengan ilmu, sebab akan menjauh denganmu. Sebaiknya, hendaklah dimulai dengan kasih sayang, bersikap lembutlah terhadapnya, membuatnya lebih dekat padamu.

Tashowwuf dibangun diatas delapan hal yakni : 1.Dermawan, 2. Ridlo,  3. Sabar,  4.  ‘Isyaroh,   5. Mengembara, 6. Berbusana Bulu, 7. Pecinta Alam, danFaqir.  Dermawan Nabi Ibrohim ‘Alaihis sallam,Ridlo Nabi Ishaq ‘Alaihis sallam, Sabar Nabi Ayyub ‘Alaihis sallam, Isyarohnya Nabi Zakaria ‘Alaihis sallam, Mengembara seperti Nabi Yusuf ‘Alaihis sallam, Berbusana wool seperti Nabi Yahya ‘Alaihis sallam, Pecinta Alam Nabi Isa ‘Alaihis sallam, dan kefakiran Nabi  Muhammad Sholallohu alaihi wa sallam.

Bila kamu berkumpul bersama orang kaya, perlihatkan kegagahanmu, kerendahan hati bila berkumpul dengan orang miskin. Hendaknya kamu ikhlas dalam setiap perbuatan. Seharusnya selalu mengingat Alloh. Jangan berprasangka buruk Kepada Alloh. Harusnya berserah diri kepada Alloh dalam segala perbuatan. Jangan menggantungkan diri kepada orang lain, walaupun keluarga walaupun teman sejawat. Layani faqir miskin dengan Tiga hal :pertama, Tawadlu’, kedua, Budi Pekerti, dan ketiga,Kebeningan Hati.

Perhatikan olehmu bahwa yang paling dekat kepada Alloh ialah orang yang paling baik budi pekertinya. Dan amal yang paling utama ialah memelihara hati dari melirik kepada selain Alloh.

Bila bergaul dengan orang miskin, berwasiatlah dengan  kebenaran dan kesabaran. Cukup bagimu dari dunia itu dua hal : pertama, bergaul dengan orang miskin, kedua menghormati wali. Selain dari pada Alloh, segala sesuatu itu jangan dipandang cukup, gagah kepada yang dibawahmu adalah pengecut, gagah terhadap sesama adalah lemah dan gagah kepada orang yang lebih tinggi kedudukanya adalah sombong. Ketahuilah bahwa Tashowwuf dan fakir merupakan Dwi Tunggall kebenaran yang hakiki, bukan main-main, oleh karena itu jangan dicampur dengan main-main".

Demikian wasiat ayah, semoga Alloh melimpahkanTaufiq dan hidayahnya kepadamu dan kepada murid-murid, atau kepada siapapun yang mendengar wasiat ini, semoga dapat mengamalkanya dengan syafa’at junjungan kita Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wa sallam,

amin ya Robbal ‘alamin.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-53 :
Syaikh Abdul Qodir Wafat

Menjelang akhir hayatnya, Malakul Ajro’il datang mengunjungi Syaikh dikala matahari akan terbenam membawa surat dari Alloh Subhanahu Wa Ta’alauntuk Syaikh dengan alamat sebagai berikut :

يَصِلُ هَذَا الْمَكْتُوْبُ مِنَ الْمُحِبِّ إِلٰى الْمَحْبُوْبِ

"Yashilu hadzal maktubi minal muhibbi ilal mahbubi"
(Surat ini dari Dzat Yang Maha Pengasih disampaikan kepada Wali yang dikasihi).

Kemudian surat tersebut diterima oleh  putranya yang bernama Sayyid Abdul Wahhab. Setelah diterima, masuklah ia bersama Malakul Ajro’il. Sebelum surat dihanturkan kepada Syaikh, beliau sudah mengerti bahwa beliau akan berpindah ke alam ‘uluwi, alam tinggi yakni meninggal Dunia.

Syaikh bersabda kepada putra-putranya : “Jangan mendekat, karena lahiriyahku bersama-sama dengan kamu, sedang bathiniyahku bersama selain kamu, dan perluas ruangan ini karena hadir selain dari padamu, tunjukan sopan santunmu”.

Siang dan malam, tak henti-hentinya beliau mengucapkan :

وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ غَفَرَاللهُ لِى وَلَكُمْ تَابَ اللهُ عَلَيَّ وَعَلَيْكُمُ بِسْمِ اللهِ غَيْرِ مُوْدِعِيْنَ وَ ادْخُلُوْا فِى صَفِّ الْأَوَّالِ إِذً اَجِيْءُ اِلَيْكُمْ رِفْقًا رِفْقًا وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ اَجِيْءُ اِلَيْكُمْ
قِفُوْا اَتَاهُ الْحَقُّ وَسَكَرَةُ الْمَوْتِ

"Wa’alaikumus salaam wa rohmatullohi wa barokatuh.Ghofarolloohu lii walakum, taaballohu ‘alayya wa ‘alaikum, Bismillahi ghoyri muudiina. Wadkhulu fi shoffil awwali, idzan ajii’u ilaykum, rifqon rifqon wa‘alaikumus salaamu ajii’u ilaykum, Qifuu ataahul haqqu wa sakarotul mawti.

Beliau berpesan : “Jangan ada yang menanyakan apapun kepadaku setelah aku bolak-balik dalam lautan Ilmu Alloh”, lalu membaca :

اِسْتَعَنْتُ بِلَا اِلٰـهَ اِلَّا اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالىٰ وَالْـحَيِّ الَّذِيْ لاَ  يَخْشَ الْفَوْتُ  سُبْحَانَ مَنْ تَعَزَّزَ بِالْقُدْرَةِ وَقَهَّرَ عِبَادَهُ بِ الْمَوْتِ لَا اِلٰـهَ اِلَّا اللهُ مُحَمَّدٌ رَّسُوْلُ اللهِ  تَعَزَّزَ  تَعَزَّزَ،
 اَللهُ ، اَللهُ ، اللهُ ،

Ista’antu bilaa ilaaha illallohu, Subhaanahu wa ta’aala wal hayyil ladzi laa yakhsal fawtu, Subhana man ta’azzaza bil qudroti waqoharo ibaadahu bil mawti laa ilalaha illallohu Muhammadur Rosulullahi, ta’azzaza, ta ‘azzaza Allohu Allohu Allohu.

Terdengar suara nyaring, lalu suaranya lembut tidak terdengar lagi, dan meninggallah Ridwanullohu 'alaihi.

Syaikh wafat pada malam Senin ba’da ‘Isya, tanggal 11 Robi’ul Akhir, Tahun 561 Hiriyah (1166 Masehi) pada usia 91 Tahun.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(JUMADIL ULA)

Manqobah Ke-35 :
Syaikh Ahmad Kanji Menjadi Murid Syaikh Abdul Qodir  Atas Petunjuk Gurunya

Diriwayatkan, pada suatu hari Syaikh Ahmad kanji sedang mengambil wudlu, terlintas dalam hatinya bahwa thoriqot Syaikh Abdul Qodir itu lebih disukai dari pada thoriqot-thoriqot lainnya. Gurunya yaitu Syaikh Abi Ishak Maghribi mengetahui pula apa yang terlintas dalam hati muridnya, lalu beliau bertanya : “Apakah kamu mengetahui kedudukan Syaikh Abdul Qodir ?” Dijawab oleh Syaikh Ahmad Kanji : “Saya tidak tahu”. Lalu gurunya menjelaskan : “Syaikh Abdul Qodir itu memiliki dua belas sifat. Kalau lautan dijadikan tintanya dan pepohonan dijadikan penanya, manusia, malaikat dan jin sebagai penulisnya, maka tidak akan mampu menulis satu sifat pun”.

Mendengar penjelasan dari gurunya itu, ia makin bertambah mahabbah kepada Syaikh Abdul Qodir, hatinya berbisik : “Satu harapanku, tidak meninggal dunia sebelum aku menjadi muridnya”.

Kemudian dengan kemauan yang keras berangkatlah ia menuju kota Baghdad. Setibanya disebuah gunung di wilayah Ajmir yang dibawahnya mengalir sungai, ia mengambil air wudlu untuk sholat. Didalam keadaan antara tidur dan tidak, ia dikunjungi Syaikh Abdul Qodir, beliau membawa mahkota merah dan sorban hijau. Syaikh Ahmad Kanji berdiri menghormati kedatangannya : “Mari kesini lebih dekat”, kata beliau sambil mengenakan mahkota merah dan sorban hijau diatas kepalaku, lalu bersabda : "Wahai Ahmad Kanji, sekarang kamu sudah menjadi muridku dan menjadi anakku dan menjadi Rijalulloh (laki-laki Alloh)”. Lalu beliau menghilang, mahkota dan sorban sudah melekat terpakai diatas kepalaku, lalu ia sujud syukur atas nikmat Alloh yang telah diterimanya.

Kemudian ia pulang kegurunya sambil memperlihatkan mahkota merah dan sorban hijau hadiah dari Syaikh Abdul Qodir dan menceritakan peristiwa yang di alaminya. Gurunya berkata : “Wahai Ahmad Kanji, mahkota dan sorban itu adalah khirqoh bagimu, kamu sangat dikasihi Syaikh Abdul Qodir, sekarang berdirilah dengan tegak, kamu telah menjadi wali yang utama". Dengan mengharap keberkahannya, Syaikh Abi Ishak Maghribi memakai mahkota dan sorban itu dikepalanya, lalu diserahkan kembali kepada Syaikh Ahmad Kanji.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah ke-36 :
Syaikh Ahmad Kanji Menjunjung Kayu Bakar Di Atas Kepalanya

Pekerjaan Syaikh Ahmad kanji adalah mencari kayu bakar untuk memasak roti bagi para faqir. Setelah mengenakan mahkota dari Sayyid Abdul Qodir, gurunya bekata : “Sekarang engkau tidak layak mencari kayu bakar sebab kepalamu sudah dimahkotai dengan mahkota yang mulia”. Namun Syaikh Ahmad  Kanji memohon izin dari gurunya untuk mencari kayu bakar. Ujar gurunya: “Ya kalau begitu, terserah kamu". Ia pun berangkat ke gunung mengumpulkan kayu bakar lalu diikat.

Waktu akan dipikul, kayu bakar itu melayang diatas kepala Syaikh Ahmad Kanji kira-kira sehasta dari kepalanya. Lantas Syaikh Ahmad Kanji pulang ke gurunya. Kayu bakar terus melayang mengikuti Syaikh Ahmad.

Setibanya ditempat Syaikh Abi Ishak Maghribi, gurunya itu berkata : “Nah Syaikh Ahmad, apa kataku, kamu tidak pantas lagi memikul kayu bakar, sebab sudah ditempati mahkota dan sorban mulia. Mulai sekarang, sudahlah jangan mencari kayu bakar. Engkau oleh Sayyid Abdul Qodir sudah ditunjuk ke pangkat Rijalulloh”.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(JUMADITS TSANIYAH)

Manqobah Ke-15 :
Nama Syaikh Abdul Qodir Seperti Ismul A’zhom

Diriwayatkan di dalam kitab Haqo’iqul Haqo’iq, ada seorang perempuan datang menghadap Syaikh Abdul Qodir mengadukan hal anaknya, “Saya mempunyai seorang anak, kini ia hilang tenggelam ke dalam laut, saya yakin tuan Syaikh bisa mengembalikan anak saya hidup kembali, saya mohon pertolongan Tuan”. Mendengar perempun itu, Syaikh berkata : “Sekarang kamu pulang, anakmu sudah ada di rumahmu”. Perempuan itu pulang dengan tergesa-gesa, setibanya dirumah, anaknya itu belum ada.

Segera ia menghadap lagi kepada Syaikh sambil menangis melaporkan bahwa anaknya itu belum ada. Syaikh berkata : “Sekarang anakmu sudah ada di rumahmu, sebaiknya kamu segera pulang". Perasaan rindu pada anaknya menggebu-gebu, namun setibanya di rumah, anaknya belum ada juga.

Dengan penuh keyakinan ia datang lagi menghadap Syaikh sambil menangis mohon anaknya hidup kembali. Kemudian Syaikh menundukkan kepalanya dan tegak kembali sambil berkata : “Sekarang tidak akan salah lagi, pasti anakmu sudah ada dirumah“.Dengan penuh harapan ia pulang menuju rumahnya, anaknya sudah ada berkat karomah Syaikh Abdul Qodir.

Mengenai peristiwa ini Syaikh munajat kepada Alloh :“Yaa Alloh, Engkau Maha Kuasa menciptakan mahluk dengan mudah, demikian pula halnya pada waktu mengumpulkan mahluk dipadang mahsyar hanya dalam tempo yang singkat sudah berkumpul, mengapa hanya menghidupkan seorang saja sampai Tiga kali, hamba malu oleh perempuan itu. Dan apa hikmahnya?”.  Alloh Subhanahu wa ta’ala menjawab :“Semua ucapanmu kepada perempuan itu tidak salah, pertama kali kamu mengatakan kepada perempuan itu anaknya sudah ada dirumah, malaikat baru mengumpulkan tulang belulangnya yang berserakan, dan yang kedua kalinya seluruh anggota tubuhnya baru utuh kembali dan dihidupkan, ketiga kalinya si anak di angkat dari dasar laut dikembalikan kerumahnya”.

Alloh berfirman : "Wahai Abdul Qodir! Kamu jangan kecewa. Sekarang silahkan kamu minta, pasti kuberi”. Spontan Syaikh merebahkan kepalanya bersujud sambil berkata : “Engkau Kholiq, apa saja yang Engkau berikan akan kuterima". Lalu Alloh memberi hadiah kepada Syaikh dan berfirman : “Barang siapa melihatmu pada hari Jum’at, ia akan kujadikan wali, dan kalau kamu melihat tanah tentu akan menjadi emas”. Syaikh berkata : “Ya Alloh, semua pemberian-Mu kurang begitu manfaat bagiku, aku mohon karuniamu yang lebih bermanfaat dan lebih mulia setelah aku tiada". Alloh Subhanahu wa ta’alaberfirman : “Namamu dibuat seperti nama-Ku, barang siapa menyebut namamu, pahalanya sama dengan yang menyebut nama-Ku”.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-16 :
Syaikh Abdul Qodir Menghidupkan Orang Yang Sudah Mati.

Diriwayatkan di dalam kitab Asrorut Tholibin, Syaikh Abdul Qodir pada waktu melewati suatu tempat, bertemu dengan seorang umat Islam sedang berdebat dengan seorang umat Nasroni. Beliau menyikapi dengan seksama dan menanyakan apa yang menjadi sebab perdebatan itu, kata orang Muslim : "Kami sedang membangga-banggakan Nabi kami masing-masing, dan saya berkata padanya, Nabi Muhammad-lah yang paling utama". Kata orang Nasrani : "Nabi Isa-lah yamg paling sempurna". Lalu Syekh bertanya kepada orang Nasroni : "Apa yang menjadi dasar kamu mengatakan bahwa Nabi Isa-lah lebih sempurna daripada Nabi Muhammad ?". Orang Nasrani menjawab : "Nabi Isa bisa menghidupkan orang yang sudah mati". Syekh berkata lagi : "Kamu tahu aku bukan Nabi, aku hanya pengikut Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa sallam ? Kalau aku bisa menghidupkan orang yang sudah mati, kamu bersedia untuk beriman kepada Nabi Muhammad sholallohu alahi wa sallam ?". "Baik, saya mau beriman dan masuk agama Islam", jawab orang Nasroni itu. "Kalau begitu, mari kita mencari kuburan". Lanjut Syaikh.

Setelah mereka menemukan sebuah kuburan tua, sudah berusia lima ratus tahun, lalu Syaikh mengulangi lagi pertanyaannya : "Nabi Isa kalau menghidupkan orang yang sudah mati bagaimana caranya?". Orang Nasroni menjawab : "Beliau cukup dengan mengucapkan QUM BIIDZNILLAH (Bangunlah dengan Izin Alloh)". "Nah sekarang kamu perhatikan dan dengarkan baik-baik !", kata Syekh, lalu beliau menghadap ke kuburan tadi sambil mengucapkan : "QUM BIIDZNII (Bangunlah dengan izinku)". Kuburan terbelah dua, keluarlah mayat itu sambil bernyanyi. Konon pada waktu hidupnya ia seorang penyanyi. Melihat dan menyaksikan peristiwa tersebut, orang Nasroni itu berubah keyakinan menjadi beriman kepada Nabi Muhammad Sholallohu alaihi wa sallamdan masuk agama Islam.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-17 :
Syekh Abdul Qodir Merebut Ruh Dari Malakul Maut

Abu Abbas Ahmad Rifa'i meriwayatkan : Ada seorang pelayan Syaikh Abdul Qodir yang meninggal dunia, kemudian isterinya datang menghadap beliau mengadukan halnya sambil menangis. Karena ratapnya itu, Syaikh menundukkan kepala bertawajjuhkepada Alloh, ketika itulah beliau melihat malakulmaut sedang kelangit membawa keranjang maknawi penuh dengan ruh-ruh manusia yang baru selesai dicabut pada hari itu. Kemudian beliau meminta kepada malakul maut supaya menyerahkan nyawa muridnya. Permintaan itu ditolak oleh malakul maut. Lalu beliau merebut keranjang maknawi itu, dan tumpahlah semua nyawa yang ada di dalamnya dan kembali ke jasadnya masing-masing.

Menghadapi kejadian ini malakul maut unjuk pihatur kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala : "Ya Alloh, Engkau Maha Mengetahui tentang kekasih-Mu dan wali-Mu Abdul Qodir". Alloh berfirman : "Memang benar, Abdul Qodir itu kekasih-Ku, karena tadi nyawa pelayannya tidak kamu berikan, akibatnya seluruh ruh itu terlepas, dan sekarang kamu menyesal karena kamu tidak memberikannya".

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(ROJAB)

Manqobah Ke-11 :
Telapak Kaki Nabi Muhammad Sholallohu Alaihi Wa sallam Memijak Pundak Syaikh Abdul Qodir Pada Malam Mi'roj

Syaikh Rosyid Al-Junaidi meriwayatkan, pada malam Mi'roj, malaikat datang menghadap RosulullohSholallohu alaihi wa sallam membawa Buroq. Kakinya bercahaya laksana bulan dan paku telapak kakinya bersinar seperti sinar bintang.

Dikala Buroq itu dihadapkan kepada RosulullohSholallohu alaihi wa sallam ia tidak bisa berdiam dan kakinya bergoyang-goyang seperti. RosulullohSholallohu alaihi wa sallam. bertanya "Mengapa kamu tidak diam? Apa kamu tidak mau kukendarai ?". Buroq menjawab: "Demi nyawa hamba yang menjadi penebusnya, hamba tidak menolak, namun ada satu permohonan, yaitu ketika engkau, Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam akan masuk surga, tidak menunggangi yang lain". Rosululloh sholallohu alaihiwa sallam. menjawab: "Baik, permintaanmu akan kukabulkan".

Buroq itu masih mengajukan permohonannya: "Hendaknya tangan yang mulia memegang pundak hamba sebagai tanda bukti nanti pada hari kiamat". Lalu dipegangnya pundak Buroq itu oleh RosulullohSholallohu alaihi wa sallam. Karena gejolak rasa gembira, jasad Buroq itu tidak cukup untuk menampung ruhnya, badannya menjadi empat puluhhasta tingginya. Rosululloh terpaku sebentar melihat badan Buroq itu menjadi tinggi, terpaksa RosulullohSholallohu alaihi wa sallam memerlukan tangga.

Saat itu juga, datanglah Ghoutsul A'zhom Syaikh‘Abdul Qodir Al Jailani bertekuk lutut di hadapan Roasululloh Sholallohu alaihi wa sallam sambil berkata : "Silahkan pundak hamba dijadikan tangga". Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam memijakkan kakinya pada pundak Syaikh, dan lalu Rosulullohsholallohu alaihi wa sallam naik buroq. Di saat itu Rosululloh sholallohu alaihi wa sallam bersabda : "Sebagaimana telapak kakiku menginjak pundakmu, maka telapak kakimu akan menginjak pundak para waliyulloh".

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(SYA'BAN)

Manqobah Ke-7 :
Kebiasaan Syaikh Abdul Qodir Setiap Malam Digunakan Untuk Ibadah Sholat Dan Dzikir

Syaikh Abu Abdillah Muhammad al-Hirowi meriwayatkan : "Aku berkhidmat mendampingi Syaikh Abdul Qodir selama empat puluh Tahun. Selama itu aku menyaksikan beliau sholat Shubuh dengan wudlu 'Isya, Seusai sholat lalu Syaikh masuk kholwat sampai waktu sholat Shubuh. Para pejabat pemerintah banyak yang datang untuk bersilaturrahmi, tapi kalau datangnya malam hari tidak bisa bertemu dengan beliau, terpaksa mereka menunggu sampai waktu Shubuh.

Pada suatu malam saya mendampingi beliau, sekejap pun aku tidak tidur, aku menyaksikan sejak sore harinya beliau melaksanakan sholat-sholat dan pada malam harinya dilanjutkan dengan berzikir melewati sepertiga malam lalu beliau membaca :

اَلْمُحِيْطُ اَلرَّبُّ اَلشَّهِيْدُ اَلْحَسِيْبُ اَلْفَعَّالُ اَلْـخَلَّاقُ اَلْـخَالِقُ اَلْبَارِئُ اَلْمُصَوِّرُ

Al Muhiithu, Ar Robbu, Asy Syahiidu, Al Hasibu, Al Fa’aalu, Al Khollaaqu, Al Khooliqu, Al Baari’u, Al Mushowwiru,

Tampak badannya mengecil sampai kecil sekali, lalu badannya membesar lagi dan meninggi sampai tinggi sekali hingga tidak nampak dari pandanganku. Kemudian beliau muncul lagi berdiri melakukan sholat dan sujudnya lama sekali.

Demikianlah beliau beribadah semalam suntuk, setelah dua pertiga malam beliau menghadap kiblat sambil membaca doa-doa, tiba-tiba terpancar sinar menyoroti beliau sehingga badannya diliputi sinar dan tidak henti-hentinya terdengar suara yang mengucapkan salam sampai terbit fajar.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(ROMADLON)

Manqobah Ke-2:
Beberapa Macam Tanda Kemuliaan Pada Waktu Syaikh Abdul Qodir Dilahirkan

Sayid Abu Muhammad Abdul Qodir Jaelani dilahirkan di Naif Jailan Irak pada tanggal 1 Romadlon 470 Hijriyah, bertepatan dengan 1077 Masehi. Beliau wafat pada tanggal 11 Rabiul Akhir 561 Hijriyah, bertepatan dengan 1166 Masehi, pada usia 91 tahun. Beliau dikebumikan di Baghdad, Irak.

Pada malam Syaikh di lahirkan ada lima karomah :

1.        Ayahnya, yaitu Abi Sholih Musa Janaki, pada malam hari bermimpi dikunjungi RosulullohSholallohu alaihi wa sallam diiringi para Sahabat dan Imam Mujtahidin dan para wali. Rosululloh bersabda kepada Abi Sholih Musa Janaki : "Wahai Abi Sholih, engkau akan diberi putra oleh Alloh. Putramu akan mendapat kedudukan yang tinggi di atas para wali sebagaimana kedudukanku diatas para nabi, dan anakmu itu termasuk anakku juga, kesayanganku dan kesayangan Alloh".

2.        Setelah Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam, para Nabi yang lainpun datang menghibur ayah Syaikh Abdul Qodir : "Engkau akan mempunyai putra yang akan menjadi Sulthonul Auliya, seluruh wali Alloh selain Imam Ma'shum, di bawah pimpinannya".

3.        Syaikh Abdul Qodir sejak dilahirkan pada siang hari bulan Romadlon menolak untuk menyusu. Menyusunya setelah waktu berbuka puasa.

4.        Di belakang pundak Syaikh Abdul Qodir nampak bekas telapak kaki Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam ketika beliau akan menunggangi Buroq pada malam Mi'raj.

5.        Beliau diliputi cahaya sehingga tidak seorang pun yang mampu melihatnya. Sedang usia ibunya waktu itu 60 tahun, ini juga sesuatu hal yang luar biasa.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-32 :
Syaikh Abdul Qodir Berbuka Puasa Di Rumah Murid-Muridnya Pada Satu Waktu Yang Bersamaan

Diriwayatkan, pada suatu hari pada bulan Romadlon, Syaikh ‘Abdul Qodir diundang berbuka puasa oleh murid-muridnya sebanyak tujuh puluh orang di rumahnya masing-masing. Mereka berkeinginan agar Syaikh berbuka puasa di rumahnya. Mereka tidak mengetahui bahwa masing-masing dari mereka mengundang Syaikh untuk berbuka puasa pada waktu yang bersamaan.

Tiba waktunya berbuka puasa, Syaikh berbuka puasa di rumah beliau, detik itu pula rumah muridnya yangtujuh puluh orang itu masing-masing dikunjunginya dan berbuka puasa tepat pada waktu yang sama.

Peristiwa ini di kota Baghdad sudah masyhur di kalangan masyarakat dan sudah menjadi buah bibir masyarakat dalam setiap pembicaraan dan pertemuan.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(SYAWAL)

Manqobah Ke-22 :
Syaikh Abdul Qodir Setiap Tahun Membebaskan Hamba Sahaya Dari Perbudakan, Serta Nilai Busana Yang Beliau Pakai

Sebagian kitab manaqib meriwayatkan, sudah menjadi tradisi bahwa setiap Hari Raya Syaikh ‘Abdul Qodir membeli beberapa hamba sahaya untu dimerdekakan dari belenggu perbudakan. Kemudian Syaikh mengantarkan mereka agar wushul kepada Alloh Subhanahu wa ta’ala.

Dan apabila Syaikh Abdul Qodir berpakaian, beliau memakai pakaian yang serba indah, bagus dan mahal harganya. Nilai kainnya seharga seharga 10(Sepuluh)dinar per elonya (0,688 m), dan tutup kepalanya seharga 70(Tujuh puluh) ribu dinar. Terompahnya diteratas intan berlian dan jamrud. Paku terompahnya terbuat dari perak.

Namun pakaian yang serba mewah itu bila ada orang yang memerlukannya, saat itu juga beliau berikan.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

Manqobah Ke-33:
Syaikh Abdul Qodir Menyelamatkan Muridnya, Seorang Wanita Dari Pengkhianatan Lelaki Jahat

Diriwayatkan, di kota Baghdad ada seorang wanita cantik. Sebelum ia menjadi murid Syaikh ‘Abdul Qodir, ada seorang lelaki fasik, hidung belang, dan tuna susila menaruh perhatian pada wanita itu, namun cintanya tidak dibalas. Lelaki itu pun tak henti-hentinya berusaha mencari jalan untuk melakukan niat jahatnya.

Pada suatu hari, wanita itu berangkat menuju sebuah gua di suatu gunung untuk berkholwat dengan tujuan ibadah. Tanpa ia ketahui bahwa ia sedang diintai oleh lelaki tadi. Ketika wanita itu tiba di dalam gua, si lelaki jahat itu masuk, dengan sekuat tenaga ia mau memperkosa wanita itu, wanita itu pun berusaha menghindar dari kejahatan lelaki tersebut sambil berteriak memanggil-manggil Syaikh Abdul Qodir : "Ya Syaikh Tsaqolain, Ya Ghoutsal A'zhom, Ya Syaikh Abdul Qodir, tolonglah saya!", demikianlah wanita itu bertawassul dan beristighotsah.

Waktu itu Syaikh sedang mengambil air wudlu untuk melaksanakan sholat di madrosahnya, lalu dilepasnya sepasang bakiak Syaikh, dilemparkan kearah gua dan tepat mengenai kepala lelaki jahat itu. Di kala laki-laki jahat itu akan melakukan aksinya, bertubi-tubi sepasang bakiak memukul, menampar lelaki itu dengan pukulan-pukulan yang mematikan dan seketika itu juga ia mati. Wanita itu segera mengambil sepasang bakiak milik Syaikh, lalu diserahkannya kepada Syaikh. Kemudian ia mengucapkan terima kasih atas pertolongannya.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(DZULQO'DAH)

Manqobah Ke-31:
Syaikh Abdul Qodir Berziarah Ke Makam Rosululloh Saw Dan Mencium Tangan Beliau

Pada waktu Syaikh Abdul Qodir berziarah ke makam Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam di Madinah Munawwaroh, setibanya di sana beliau langsung masuk ke makam Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam yaitu Hujroh Syarifah. Selama empat puluh hari beliau bermukim di hadapan makam RosulullohSholallohu alaihi wa sallam, kedua tangannya diletakkan pada dadanya sambil bermunajat mengharap Rohmat Alloh, menumpahkan isi hati nuraninya dengan makna dari bait dibawah ini :


ذُنُوْبِي كَمَوْجِ الْبَحْرِ بَلْ هِيَ اَكْثَرُ ۞ كَمِثْلِ الْجِبَالِ الشَّامِّ بَلْ هِيَ اَكْبَرُ

وَلَكِنَّهَا عِنْدَ الْكَرِيْمِ اِذَا عَفَا ۞ جُنَاحٌ مِنَ الْبُعُوْضِ بَلْ هِيَ اَصْغَرُ

dzunubi kamaujil bahri bal hiya aktsaru # kamitslil jibalis Syummi bal hiya akbaru

walakinnaha 'indal karimi idza 'afaa # janahum minal bu'uudhi bal hiya ashghoru

Artinya: "Besar dosaku, seperti gulungan ombak dilaut, bahkan lebih besar;

Tinggi, setinggi puncak gunung Syam, bahkan lebih tinggi lagi.

Namun bila daku Kau ampuni ringan dosaku; Seringan sayap nyamuk, kecil bahkan sekecil amat sangat".

Lalu beliau meneruskan munajat pengharapannya dengan bait dibawah ini:


فِي حَاَلِة الْبُعْدِ رُوْحِي كُنْتُ اُرْسِلُهَا ۞ تُقَبِّلُ الْأَرْضَ عَنِّي وَهِيَ نَائِبَتِي

وَهَذِهِ نَوْبَةُ الْأَشْبَاحِ قَدْ حَضَرَتْ ۞ فَامْدُدْ يَمِيْنَكَ كَي تَحْظَى بِهَا شَفَتِي


fii halatil bu'di ruuhii kuntu ursiluhaa # tuqobbilul ardho 'anni wahya naibaatii

Wahadzihi naubatul asybaahi qod hadhorot # Famdud yamiinaka kai tahzho bihaa syafatii

Artinya: "Kala jauh dari kekasih, ku utus roh pengganti diri, Ulurkan tanganmu kini kasih,

Kan kukecup sepuas hati, untuk terima syafaat kekasih".

Selesai beliau meluapkan isi hati nuraninya, tangan Rosululloh Sholallohu alaihi wa sallam yang mulia terulur keluar lalu dipegang, diciumnya sepuas hati dan diletakkan pada ubun-ubun Syaikh.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.

(DZULHIJJAH)

Manqobah Ke-8 :
Berlaku Benar Adalah Dasar Hidup Syaikh Abdul Qodir

Suatu hari Syaikh Abdul Qodir ditanya oleh seorang muridnya, "Apakah pedoman hidup tuan?".

عَلَى الصِّدْقِ وَمَا كَذِبْتُ قَطٌّ

'Alas shidqi wa maa kadzibtu qoth-thu

Artinya : "Benar pantang dusta."

Diriwayatkan waktu Syaikh sampai usia delapan belasTahun, beliau pergi ke padang rumput mau menggembalakan seekor unta. Ditengah perjalanan, unta tersebut menoleh ke belakang dan berkata kepadanya : "Bukan begini tujuan hidupmu dilahirkan ke dunia ini".

Dengan kata-kata unta ini, Syaikh kembali ke rumahnya, beliau naik ke loteng menjumpai ibunya. lalu Syaikh memohon kepada ibunya agar mengirimkannya ke Baghdad untut menuntut ilmu. Ketika ibunya mendengar permohonan putranya itu, ia sangat setuju dan mengijinkan Syaikh berangkat ke Baghdad. Dengan uang bekal empat puluh dinar, dimasukkan ke dalam baju putranya persis di bawah ketiak lalu dijahit agar tidak hilang. Kemudian Syaikh Abdul Qodir disuruh menggabungkan diri bersama suatu kafilah yang akan berangkat ke Baghdad. Ibunya berpesan kepada Syaikh agar jangan berdusta dalam keadaan bagaimana pun.

Setelah kafilah berangkat dan Syaikh Abdul Qodir di dalamnya, tatkala kafilah itu hampir memasuki kota Baghdad, di suatu tempat, Hamdan namanya, tiba-tiba datang enam puluh orang penyamun berkuda merampok kafilah itu habis-habisan. Semua perampok itu tidak ada yang memperdulikan Syaikh Abdul Qodir karena beliau tampak begitu sederhana. Mereka mengira pemuda itu tidak mempunyai apa-apa.

Namun ada seorang dari perampok itu bertanya kepanya, apa yang ia punya. Dijawabnya bahwa ia punya uang empat puluh dinar dijahit di bawah ketiak. Penyamun tidak percaya, lalu lapor kepada pimpinannya apa yang telah ia dengar dari pemuda itu. Lalu diperintahkan kepada penyamun tadi supaya pemuda itu dihadapkan kepadanya. Setelah Syaikh menghadap, beliau ditanya oleh kepala perampok itu, "Benar apa yang kamu katakan tadi ?", dijawab oleh Syaikh, "Benar".

Lalu kepala penyamun itu menyuruh mengiris jahitan bajunya. Dan keluarlah uang empat puluh dinar. Melihat uang itu, kepala penyamun menjadi keheran-heranan, kemudian menanyakan lagi kepada Syaikh Abdul Qodir, apa sebabnya dia berkata yang sebenarnya. Dengan tenang dijawab oleh Syaikh bahwa beliau berjanji kepada ibunya tidak akan berkata dusta kepada siapa pun dan dalam keadaan bagaimana pun.

Mendengar jawaban itu, kepala penyamun tadi menangis tersedu-sedu karena ia merasa dalam hati kecilnya bahwa ia selama hidupnya terus menerus telah melanggar perintah Tuhannya, sedang seorang pemuda ini tidak berani melanggar janji terhadap ibunya.

Lalu sang kepala perampok jatuh terduduk di kaki Syaikh ‘Abdul Qodir dan menyesali dosa yang pernah dilakukannya. Dia berjanji dengan sungguh-sungguh akan berhenti dari pekerjaan merampok yang diakuinya sendiri sebagai perbuatan yang hina dan jahat. Kemudian kepala perampok tadi dan anak buahnya mengembalikan semua barang rampokan tadi dan anak buahnya mengembalikan semua barang rampokan kepada kafilah, perjalanan pun dilanjutkan dengan selamat sampai ke Baghdad.

Anak buah perampok itu seluruhnya mengikuti jejak langkah pemimpinnya dan kembalilah mereka dalam masyarakat biasa mencari nafkah dengan halal dan jujur. Diriwayatkan bahwa ke enam  puluh perampok ini menjadi murid pertama Syaikh Abdul Qodir.

اللّٰهُمَّ انْثُـرْعَلَيْهِ النَّفَحَاتِ وَالرِّضْوَانِ ، وَأَمِدَّنَا بِأَسْرَارِهِ فِى كُلِّ وَقْتِ وَمَكَانِ

Allohumman Tsur ‘alaihin Nafahaati war ridl waan, Wa-Amiddanaa bi Asroorihi Fii kulli Waqti Wa makaan.


(DOA MANAQIB)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

اِلٰى حَضْرَةِ سُلْطَانِ اْلأَوْلِيَاءِ وَقُدْوَةِ اْلأَصْفِيَاءِ قُطْبِ الرَّبَّانِيِّ وَالْغَوْثِ الصَّمَدِيِّ السَّيْدِ الشَّيْخِ عَبْدِ الْقَادِرِ الْـجَيْلَانِي قَدَّسَ اللّٰهُ سِرَّهُ، اَلْـفَاتـِحَةْ ...

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ . اَللّٰهُمَّ بِأَسْمَائِكَ الْحُسْنَى وَبِأَسْمَاءِ نَبِيِّكَ الْمُصْطَفَى وَبِأَسْمَاءِ وَلِيِّكَ عَبْدِ الْقَادِرِ الْـمُجْتَبَى ، طَهِّرْ قُلُوْبَنَا مِنْ كُلِّ وَصْفٍ يُبَاعِدُنَا عَنْ مُشَاهَدَتِكَ وَمَـحَبَّتِكَ وَاَمِتْنَا عَلىَ السُّنَّةِ وَالْـجَمَاعَةِ ، وَشَرِّحْ بِهَا صُدُوْرَنَا وَيَسِّرْ بِهَا أُمُوْرَنَا وَفَرِّجْ بِهَا هُمُوْمَنَا وَاكْشِفْ بِهَا غُمُوْمَنَا وَاغْفِرْ بِهَا ذُنُوْبَنَا وَاقْضِ بِهَا دُيُوْنَنَا وَاصْلِحْ بِهَا اَحْوَالَنَا وَبَلِّغْ بِهَا آمَالَنَا وَتَقَبَّلْ بِهَا تَوْبَتَنَا وَاغْسِلْ بِهَا حَوْبَتَنَا وَانْصُرْ بِهَا حُجَّتَنَا وَاجْعَلْنَا بِهَا مِنَ الْمُتَّبِعِيْنَ لِشَرِيْعَةِ نَبِيِّكَ الْمُتَّصِفِيْنَ بِمَـحَبَّتِهِ الْمُهْتَدِيْنَ بِهَدْيِهِ وَسِيْرَتِهِ وَتَوَفَّنَا بِهَا عَلَى سُنَّتِهِ وَلَا تَحْرِمْنَا فَضْلَ شَفَاعَتِهِ وَاحْشُرْنَا فِي زُمْرَتِهِ وَاَتْبَاعِهِ الْغُرِّ الْـمُحَجِّلِيْنَ وَاَشْيَاعِهِ السَّابِقِيْنَ وَاَصْحَابِ الْيَمِيْنِ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ

Ilaa hadlroti Sulthoonil Auliyaa'i wa qudwatil ashfiyaa'i quthbir robbaanì wal ghoutsush shomadaanii Sayyidis Sayyid Abdul Qodir Al Jailani, AL FAATIHAH …


Alloohumma sholli 'ala Sayyidinaa Muhammadin wa 'alaa aali Sayyidina Muhammad. Amin. Alloohumma bi Asmaa'i-Kal Husnaa wa bi asmaa'i nabiyyi-Kal Mushthofa wa bi asma'i waliyyika Abdul Qodiril Mujtaba, thohhir quluubanaa min kulli washfiy yubaa'idunaa 'an musyaahadati-Ka wa mahabbati-Ka wa amitnaa 'alas sunnati wal jamaa'ati, wa syarrih bihaa shuduuronaa wa yassir bihaa umuuronaa wa farij bihaa humuumanaa waksyif bihaa ghumuumanaa waghfir bihaa dzunuubanaa waqdli bihaa duyuunana wa ashlih bihaa ahwaalanaa wa balligh bihaa aamalana wa taqobbal bihaa taubatanaa waghshil bihaa haubatanaa wanshur bihaa hujjatanaa waj 'alnaa bihaa minal muttabi'iina lisyarii'ati nabiyyi-Kal muttashifìna bi mahabbatihil muhtadiina bihadyihii wa siirotihhii wa taffanaa bihaa 'ala sunnatihii wa laa tahrimnaa fadlla syafaa 'atihì wahsyurnaa fì zumrotihi wa atbaa'ihil ghurril muhajjaliina wa asy yaa'ihhis saabiqiina wa ash haabihil yamiini yaa Arhamar Roohimiina.


Artinya : Ya Alloh semoga disampaikan pahala bacaaan Al Fatihah ini kehadapan sang pimpinan para Wali, panutan para Shufi, Soko guru Ketuhanan Penolong siapa saja yang bergantung kepada yang Maha kaya, Tuannya Tuan, Abdul Qodir Al Jailani, AL FAATIHAH …

Ya Alloh, limpahkan Rahmat serta Salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad serta keluarganya. Ya Alloh, dengan semua nama-nama-Mu yang baik dan dengan semua nama Nabimu yang terpilih, dan dengan semua nama Walimu Abdul Qodir yang terpilih dari para wali pilihan, semoga Engkau membersihkan hati kami dari semua sifat yang menjauhkan kami dari mushyahadah ke pada-MU danMahabbah kepada-Mu dan wafatkanlah kami di dalam menetapi Ahlussunnah wal Jamaah dan semoga Engkau melapangkan dada kami dan memudahkan semuah urusan kami dan semoga Engkau menghilangkan semua penderitaan kami dan semoga engkau melenyapkan semua kesedihan kami dan semoga Engkau mengampuni semua dosa kami dan semoga engkau membayar hutang-hutang kami dan semoga engkau memperbaiki gerak-gerik kami dan semoga Engkau menyampaikan cita-cita kami dan semoga Engkau menerima taubat kami dan semoga Engkau memandikan kaum keluarga kami dan semoga Engkau menjadikan kami dengan Nama-Nama Mulia itu termasuk orang-orang yang mengikuti syariat Nabi-Mu yang memiliki sifat-sifat cinta kepadanya yang mendapatkan petunjuknya serta perjalanannya dan semoga Engkau wafatkan kami sedang dalam melaksanakan sunnahnya dan semoga engkau tidak menghalangi kami untuk memperoleh keunggulan pertolongannya dan semoga Engkau mengumpulkan kami bersama rombongannya serta semua pengikutnya yang cemerlang serta golongannya yang terdahulu serta Ashabul Yamin, Wahai Zat Yang Maha pengasih orang-orang yang mengasihi.


000


( ilaa hadrotin Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad Ra, Al Fatihah : )

TANBIH
بِسْــمِ اللهِ الرَّحْمٰـنِ الرَّحِـيْمِ
Bismillahir rohmaanir rohiim.


Tanbih ini dari Syaikhuna Almarhum Syeikh Abdulloh Mubarok bin Nur Muhammad, yang bersemayam di Patapan Suryalaya Kejambaran Rohmaniyyah. Sabda Beliau kepada khususnya segenap murid-murid pria, wanita, tua, muda.

Semoga ada dalam kebahagiaan, dikaruniai Alloh subhanahu wa ta’ala, kebahagiaan yang kekal dan abadi, dan semoga tak akan timbul keretakan dalam lingkungan kita sekalian. Pun pula semoga pimpinan Negara bertambah kemulian dan keagungannya supaya dapat melindungi dan membimbing seluruh rakyat dalam keadaan aman, adil, makmur, zhohir dan bathin.
Pun kami tempat orang bertanya tentangThoriqoh Qoodiriyyah Naqsyabandiyyah Pondok Pesantren Suryalaya menghaturkan dengan tulus ikhlas.

Wasiat kepada segenap murid-murid, berhati-hatilah dalam segala hal, jangan sampai berbuat yang bertentangan dengan peraturanAgama dan Negara.

Ta’atilah kedua-duanya tadi sepantasnya, demikian sikap manusia yang tetap dalam keimanan, tegasnya dapat mewujudkan kerelaan terhadap Agama dan Negara, ta’at kahadirat Ilahi yang membuktikan perintah Agama dan Negara.

Insyafilah, hai murid-murid sekalian, janganlah terpaut oleh bujukan nafsu, terpengaruh oleh godaan syetan, waspadalah akan jalan penyelewengan terhadap perintahAgama dan Negara, agar dapat meneliti diri kalau-kalau tertarik oleh bisikan iblis yang selalu meyelinap dalam hati sanubari kita semua.

Lebih baik buktikan kebajikan yang timbul dari kesucian :

1.      Terhadap orang-orang yang lebih tinggi daripada kita, baik zhohir maupun bathin harus kita hormati, begitulah seharusnya hidup rukun saling harga menghargai.

2.      Terhadap sesama yang sederajat dengan kita dalam segala-galanya, jangan sampai terjadi persengketaan, sebaliknya harus bersikap rendah hati, bergotongroyong dalam melaksanakan perintah Agama dan Negara, jangan sampai terjadi perselisihan dan persengketaan, jangan sampai kita terkena Firman-Nya : “ADZABUN ALIM” yang berarti duka nestapa untuk selama-lamanya dari dunia sampai akhirat ‘badan payah hati susah’.

3.      Terhadap orang-orang  yang keadaannya dibawah kita, janganlah hendak menghinakan atau berbuat tidak senonoh, bersikap angkuh, sebaliknya harus belas kasihan dengan kesadaran agar meraka merasa senang dan gembira hatinya, jangan sampai merasa takut dan liar, bagaikan tersayat hatinya, sebaliknya harus dituntun, dibimbing dengan nasihat yang lemah lembut yang akan memberikan keinsyafan dalam menginjak jalan kebajikan.

4.      Terhadap faqir miskin harus kasih sayang, ramah tamah, serta bermanis budi, bersikap murah tangan mencerminkan bahwa hati kita sadar, coba rasakan diri kita pribadi, betapa pedihnya jika dalam keadaan kekurangan,  oleh karena itu janganlah acuh tak acuh hanya diri sendiri lah yang senang, karena mereka jadi fakir miskin itu bukan kehendaknya sendiri, namun itulah Kudrat Tuhan.

Demikianlah sesungguhnya sikap manusia yang penuh kesadaran meskipun terhadap orang asing karena mereka itu masih keturunan Nabi Adam As, mengingat ayat 70 Suroh Al Isro yang artinya : “Sangat Kami muliakan keturunan Adam 'Alaihis sallam dan kami sebarkan segala yang berada di darat dan di lautan, dan Kami beri mereka rizki yang baik-baik, juga Kami mengutamakan meraka lebih utama dari makhluk lainnya”.

Kesimpulan dari ayat ini bahwa kita sekalian seharusnya saling harga menghargai jangan timbul kekecewaan mengingat Suroh Al Maidah yang artinya : “Hendaklah tolong menolong dengan sesama dalam melaksanakan kebajikan dan ketaqwaan dengan sungguh-sungguh terhadap Agama dan Negara, sebaliknya jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan terhadap perintah Agama dan Negara”.

Adapun soal keagamaan itu terserah agamanya masing-masing mengingat suroh Al Kafirun ayat 6 : “Agamamu untuk kamu, agamaku untuk aku”. Maksudnya jangan terjadi perselisihan, wajiblah kita hidup rukun saling harga menghargai tetapi janganlah ikut campur”.

Cobalah renungkan pepatah leluhur kita : “Hendaklah kita bersikap budiman tertib dan damai andaikan tidak demikian pasti sesal dahulu pendapatan sesal kemudian tak berguna, karena yang menyebabkan penderitaan diri peribadi itu adalah akibat dari amal perbuatan diri sendiri”.

Dalam suroh An Nahl ayat 112 diterangkan bahwa : “Tuhan Yang Maha Esa telah memberikan beberapa contoh yakni tempat maupun kampung, desa maupun Negara yang dahulu aman dan tentram gemah lipah loh jinawi, namum penduduknya /penghuninya mengingkari ni’mat-ni’mat Alloh maka lalu berkecambuklah bencana kelaparan penderitaan dan ketakutan yang disebabkan sikap dan perbuatan mereka sendiri.

Oleh karena demikian hendaklah segenap murid-murid bertindak teliti dalam segala jalan yang ditempuh guna kebaikkan zhohir dan bathin, dunia dan akhirat, supaya hati tentram jasad nyaman jangan sekali-kali timbul persengketaan tidak lain tujuannya Budi Utama Jasmani Sempurna (Cageur Bageur).

Tiada lain amalan kita Thoriqoh Qodiriyyah Naqsyabandiyah Pondok Pesantren Suryalaya amalkan sebaik-baiknya guna mencapai segala kebaikan menjauhi segala kejahatan zhohir bathin yang bertalian dengan jasmani dan rohani yang selalu diselimbuti bujukan nafsu digoda oleh perdaya syetan.
Wasiat ini harus dilaksanakan dengan seksama oleh segenap murid-murid agar mencapai keselamatan dunia dan akhirat, aamiin.


Patapan Suryalaya, 13 februari 1956.
Wasiat ini disampaikan kepada sekalian ikhwan.


Tertanda


Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul’ArifinQs.


(  ilaa hadrotin Syeikh Ahmad Shohibul Wafa Tajul’Arifin Qs, Al Fatihah : )

 


Untaian Mutiara :



1.                Jangan Benci Kepada Ulama Yang Sezaman.

2.                Jangan Menyalahkan Kepada Pengajaran Orang Lain.

3.                Jangan Memeriksa Murid Orang Lain.

4.                Jangan Berubah Sikap Meskipun Disakiti Orang Lain.

5.                Harus Menyayangi Orang Yang Membenci Kepadamu.


( Bibarokati Syeikh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul, Al fatihah : )




000

KITAB MANAQIB SYAIKH ‘ABDUL QODIR AL JAILANI Qoddasallohu Sirruhu.

Website : http://depokbersemi165.blogspot.co.id/2014/12/kitab-manaqib-syeikh-abdul-qodir-al.html

Wibsite : https://alhijazdepokbersemi165.wordpress.com/kitab-manaqib/



000


Diposting 31st January 2017 oleh surachman rauf

Label: KITAB MANAQIB SYEIKH ABDUL QODIR AL JAILANI QS

 

Memuat